Showing posts with label Manado. Show all posts
Showing posts with label Manado. Show all posts

Hujan Kembali Mengguyur Hantui Warga Manado

BERITA TERKINI, Hujan yang mengguyur Manado membuat warga cemas.
Meski durasinya hanya sebentar dan intensitasnya tak deras namun hujan kali ini tetap membuat khawatir, mengingat hujan malam sebelumnya, Sabtu (25/1/2014) malam hujan membuat air kembali naik bahkan memakan korban.

Musibah longsor sehari sebelumnya menyebabkan Wilmintje (75) warga Dendal Lingkungan 5 tewas setelah sekitar satu jam tertimbun longsor. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika melalui situsnya BMKG.GO.ID merilis Manado hari ini diperkirakan memang hujan dengan intensitas sedang sama dengan besok, Senin (27/1/2014). Kisaran suhu dan lemebaban sama yakni, suhu 24 - 31  C dan kelembaban : 68 - 96 %.(*) (src:tribunnews.com)

Benda Bersejarah milik 'Enda Ungu' Hancur Disapu Banjir Manado

BERITA TERKINI, Setiap kali mendapatkan benda berharga setelah manggung bareng Band Ungu, Enda (37) selalu membawa pulang barang itu ke rumah masa kecilnya di Perkampungan Militer (Perkamil), Kota Manado, Sulawesi Utara. 

Didalam kamar yang seluruh dindingnya bercat ungu itu, gitaris bernama asli Franco Wellyjat Medjaya Kusumah tersebut meletakkan semua benda-bendanya yang berharga, termasuk gitar pertamanya saat tampil bareng Ungu. 

Namun, gara-gara banjir bandang yang melanda Manado sejak 15 Januari 2014, seluruh benda berharga dan 'bersejarah' milik Enda hilang tidak bersisa. Semuanya hancur karena air bah yang ikut meruntuhkan rumah orangtuanya. "Kamar gue nggak tersisa. Barang-barang gue juga hilang semua," kata Enda ketika dijumpai di Kantor Manajemen Band Ungu di Jalan Tebet Barat Dalam II/15 A, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2014) siang.

Gitar pertama Enda saat bergabung pertama kali dengan Pasha cs misalnya, ceritanya, "Sudah tak berbentuk gitar lagi. Rumah orangtuanya hancur dan berantakan, tidak ada satu barang yang bisa diselamatkan. "Hancur sudah kenangan masa lalu gue," kata Enda.

Enda berencana menemui ayah, ibu dan keluarga lainnya, Selasa (22/1/2014). Ketika itu, Band Ungu tak manggung selama dua hari. 

Sekarang ini, orangtua dan keluarga Enda selamat. Enda menceritakan, setelah banjir bandang itu, keluarganya aman. "Ada mobil yang masih bisa dipakai buat transportasi," jelas Enda yang juga memperlihatkan sejumlah foto bencana banjir di rumah masa kecilnya. 

Sejak peristiwa banjir bandang itu, setiap hari Enda menghubungi orangtuanya. Enda sempat minta pada ayah dan ibunya untuk 'mengungsi' ke Jakarta. Namun, usaha Enda itu sia-sia. "Orangtua gue lebih suka tinggal di Manado," kata Enda. 

Kini, Manado yang selama ini tidak pernah banjir itu hancur. "Udah nggak ada indah-indahnya. Mal hancur, jembatan putus," ujar Enda yang juga sedih dan kerepotan saat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, juga kebanjiran. (src:tribunnews.com)

Kerugian Musibah Manado Capai Angka Triliun Rupiah

BERITA TERKINI, Bencana alam yang terjadi di Sulut diperkirakan mengakibatkan kerugian sebesar Rp 1,8 triliun. Demikian disampaikan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) SH Sarundajang pekan lalu.

Hal itu merupakan perhitungan dari 250 rumah hanyut dan ditimpa longsor tersebar paling banyak di Kota Manado, kemudian Minahasa. Angka triliunan mencakup kerusakan fasilitas publik, termasuk 5 jembatan rusak. Selain itu kerugian terparah, ada 9 kecamatan di Kota Manado yang pemukimannya tergenang banjir.

"Lokasi bencana ada di Manado, Tomohon, Mitra Minahasa, Sangihe Sitaro, Minut, terbesar bencana dialami Kota Manado, karena ada 40 titik terparah," katanya.

Selain itu kata Sarundajang 80 ribu warga di Sulut mengalami dampak bencana, dimana 15 ribu warga mengungsi di tempat pengungsian baik di sekolah, rumah, gereja dan kantor. (src:tribunnews.com)

Video Clip Lagu 'Baku Jaga' Ciptaan 'Ungu' Khusus Korban Banjir Manado

BERITA TERKINI, Grup band papan atas Indonesia menciptakan lagu khusus untuk para korban banjir bandang di Manado. Lagu ini memang sengaja diciptakan khusus untuk memberikan semangat dan penguat bagi para korban musibah banjir bandang di Manado.

Rekaman tersebut sudah menyebar melalui gadget dan BlackBerry Messenger. Tribun Manado menerima rekaman video tersebut pada Sabtu (18/1/2014).

Di akhir lagu yang diproduksi oleh Triniity Optima Production pada tahun 2014 ini, Pasha Ungu mengucapkan duka dan keprihatinan dan menyatakan bahwa lagu ini memang diciptakan untuk korban banjir bandang di Manado. Berikut kata-kata yang disampaikan Pasha:

"Assalamualaikum Wr Wb, salam persaudaraan dan salam kemanusiaan dari kami Ungu. Kami Ungu turut prihatin juga turut berbelasungkawa moga-moga amal ibadah diterima Allah SWT.  Kami tergerak menciptakan lagu 'Baku Jaga' (Saling Menjaga) semoga jadi penyemangat dan kekuatan kita tak tahu musibah itu datang, tapi kita tahu Tuhan sayang pada kita semua."
Berikut lirik lagunya:

Torang nintau kapan tu badai datang, torang nintau kapan musibah datang yang torang tahu Tuhan sayang pa torang. Basabar jo doa torang panjatkan. Mari jo torang baku sayang, mari jo torang baku jaga, mari jo torang pegangan tangan, basudara baku sayang basudara baku rasa basudara torang baku jaga. Percaya ini Tuhan pe cara percaya ini Tuhan pesayang percaya Tuhan sayang pa torang ini peringatan untuk torang semua....untuk torang semua. 

Anda ingin download lagu ini silakan klik link ini.

Sosok Mayat Tertimbun Longsor Tomohon Ditemukan Membengkak

BERITA TERKINI, Longsor di Tambulinas, Kota Tomohon, satu korban tewas yang ditemukan berjenis kelamin wanita, Sabtu (18/1/2014). Jenazah korban ditemukan tertimbun batu besar oleh tim evakuasi.

Meski sudah diketahui korban berjenis kelamin wanita tapi belum dapat teridentifikasi data korban.
Saat ditemukan kondisi jenazah mengenaskan, tubuh bengkak dan membiru, korban menggunakan kaus hitam dan memiliki rambut panjang. Rencananya korban akan dibawa ke RS Kandou Malalayang. Saat berita diturunkan korban sementara dievakuasi tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas. (src:tribunnews.com)

Lumpur Tebal dan Pencuri Sulitkan Korban Banjir Manado

BERITA TERKINI, Surutnya banjir tidak membuat warga yang menjadi korban tenang. Selain harus berhadapan dengan lumpur tebal, warga yang menjadi korban juga mengeluhkan banyaknya pencuri yang mengambil kesempatan di dalam kesempitan.

"Beberapa barang saya hilang, dicuri orang. Kami tinggalkan rumah waktu banjir datang. Tidak semua bisa diselamatkan, jadi ya ditinggal. Waktu air sudah surut barang-barang masih ada. Kami belum berani menginap di rumah, masih takut. Tapi kini sudah ada yang hilang," aku Pengki, warga Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (18/1/2014).

Selain Pengki, warga lainnya mengeluhkan hal yang sama. Ada yang mengaku lemari mereka dibongkar, dan uang yang ada di dalam lemari raib. "Tega sekali mereka, kita sudah kena bencana, mereka masih berani mencuri," tambah Florens warga yang sama.

Desa Tateli merupakan salah satu desa yang dihantam banjir bandang pada Rabu (15/1/2014). Puluhan rumah rusak parah, dan tiga warga tewas akibat terjangan banjir. Air yang datang meluap tiba-tiba membuat banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang mereka. Kini banjir telah benar-benar surut, tetapi lumpur tebal memenuhi rumah warga dan jalan.

Desa Tateli berada di ruas jalan Trans Sulawesi. Terjangan banjir sempat membuat jalur transportasi terhambat. Sejauh ini, bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara telah menewaskan 16 orang. Sementara puluhan lainnya dilaporkan hilang dan masih dicari. Di Tinoor yang dilintasi jalan Manado - Tomohon, sudah 5 korban tewas tertimbun longsor dievakuasi, dan masih ada sekitar 15 orang yang masih terus dicari. (src:tribunnews.com)

Isu 'Tsunami Manado', Pengunjung Mall Berhamburan

BERITA TERKINI, Pengunjung Mega Mall dan kawasan Mega Mas dibuat panik dengan adanya isu tsunami yang akan menghantam pesisir kota Manado, Jumat (17/1/2014).

Pantauan Tribun Manado, semua pengunjung berhamburan keluar dari mall. Tak hanya itu saja, warga yang sedang berada di kawasan bisnis terbesar ini, mulai meninggalkan lokasi dan menjauhi area pantai. (src:tribunnews.com)

Manado Bakal Diterjang Angin Kencang Berkecepatan Tinggi

BERITA TERKINI, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perkirakan Manado dan  sekitarnya berpotensi angin kencang dengan kecepatan 15-40 kilometer per jam pada hari ini.

"Manado dan sekitarnya berpotensi angin kencang, sedangkan tinggi gelombang laut Sulawesi dan Sangihe Talaud masih berkisar 2- 4 meter," ungkap Prakirawan BMKG Ratih Prasetya, Jumat (17/1/2014) siang.

Hal tersebut terjadi karena adanya pola tekanan rendah di Filipina, Papua dan Australia. Sedangkan hujan masih berpotensi turun hampir merata di Sulut dari intensitas ringan sampai sedang. (src:tribunnews.com)

Tumpukan Mobil Pasca Banjir Manado

BERITA TERKINI, Pusat Kota Manado sudah bisa dilewati meski jalan dipenuhi lumpur tebal. Namun ada satu hal yang berbeda, pemandangan pagi di sekitar Kantor Wali Kota Manado, banyak mobil dalam posisi porak-poranda dan bertumpuk, Kamis (16/1/2014).

Jemmy Sumilat seorang karyawan Tribun Manado menceritakan perjalanannya pagi tadi dari rumahnya di Pakowa Lingkungan I menuju Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi II, Mapanget.

Kemarin, Rabu (15/1/2014) rumah Jemmy yang lokasi rumahnya terhitung di dataran lebih tinggi terendam banjir hingga 40 cm. Padahal tahun sebelumnya banjir tak sampai ke rumahnya. Namun pagi tadi sudah surut menyisakan sampah dan lumpur.

Jemmy melewati Wanea lalu ke Jalan Samrat menuju Bumi Beringin, lalu lewati lampu merah Toar, turun dan melalui Lapangan Tikala, Balaikota, Jalan Sudirman, Martadinata, Yos Sudarso lalu sampai kantor.

Menurut Jemmy semua bisa dilewati namun banyak tumpukan sampah dan lumpur. Lumpur paling banyak di Tikala paling tebal 10 cm.

"Mobil bertumpuk di daerah Sparta Tikala Kantor Wali Kota Manado. Ada juga mobil di jalan balai kota yang sebelumnya parkir di pinggir naik ke trotoar. Mobil yg terkena banjir di luar mulus dalamnya penuh lumpur mobilnya bersih karena baru saja hujan turun," jelas dia.

Jemmy melanjutkan ada juga mobil yang nungging, moncongnya masuk ke lubang trotoar.
Menurutnya ini banjir paling parah dibandingkan tahun lalu. "Ini tinggi air dua kali lipat dari sebelumnya, biasanya ga sampai di rumah saya ini air sampai masuk," katanya.

Ia menjelaskan ada 3 asrama yang di Wanea tenggelam, antara lain Asrama Polisi Militer, Asrama Denzipur dan Asrama Sapta Marga 9 tinggi air lebih dari satu meter. Sungai di Pakowa Wanea yang berkelok-kelok dengan lebar 4-5 meter, nampak lurus dengan lebarnya menjadi 5 kali lipat dari sebelumnya. (src:tribunnews.com)

Berikut Jumlah Korban Tewas di Masing-masing Daerah 'Manado'

BERITA TERKINI, Sedikitnya hingga berita ini diturunkan dikabarkan 15 orang tewas (kemungkinan bisa bertambah, info terakhir sebelum berita ini diluncurkan di website untuk sementara korban bertambah menjadi 15 orang), puluhan orang hilang dan sekitar 40 ribu warga mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor, Rabu (15/1/2014).

Total jumlah korban yang tewas  disampaikan  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut  Noldy Liow kepada Tribun Manado sekitar pukul 23.20 Wita,  Rabu (15/1). Menurut Liow, korban tewas di Kota Manado lima orang, lima orang di Tomohon dan tiga orang di Minahasa dan Minahasa Utara.

"Bukan 15 orang, saya laporkan kepada Bapak Gubernur 13 orang," ujarnya. Dalam keterangannya kepada salah satu stasiun televisi tadi malam, Gubernur Sulut Dr Sinyo H Sarundajang menyebut korban tewas sebanyak 15 orang. Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah lantaran puluhan orang masih dinyatakan hilang atau belum diketahui keberadaannya pascabanjir dan longsor, Rabu (15/1/2014).

Banjir bandang terparah melanda Kota Manado. Akses jalan di dalam ibu kota Provinsi Sulut itu lumpuh total sepanjang hari Rabu kemarin. Sementara tanah longsor di wilayah Kota Tomohon dan Minahasa Utara merenggut korban jiwa. Laporan sementara sedikitnya empat jembatan putus di beberapa lokasi.

Akses  akses jalan darat Manado-Tomohon putTomohon sampai tadi  malam praktis terisolir lantaran jalan alternatif lewat Taratara ke Tanahwangko pus sejak kemarin pagi. Kota un putus akibat longsoran  di Ranotangko.

Sampai pukul 21.00 Wita, Rabu (15/1), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Max Tatahede menyebut masih banyak warga terjebak di tengah pusaran banjir dengan ketinggian dua meter lebih. Untuk sementara, kata Max, sekitar 40 ribu warga Kota Manado terkena dampak bencana banjir yang melanda tujuh kecamatan di Kota Manado.

Wilayah paling parah diterjang banjir bandang yakni Singkil, Paal 2 dan Tikala. "Wanea, Sario, Tuminting dan Bunaken hanya sebagian. Tuminting,  dua kelurahan sedangkan Bunaken satu kelurahan yang terkena banjir," katanya.

Korban tewas lainnya bernama Yu Mingkid (50), warga Desa Sawangan Jaga 3, Kabupaten Minahasa Utara. Yu tewas akibat tertimpa tanah longsor dan pohon dari bukit di belakang rumahnya. Yu yang waktu itu tengah berada di bagian tengah rumah tertimbun material tanah. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 Wita.

Herce yang berada di samping rumah hanya bisa berteriak, setelah itu menangis sejadi- adinya ketika jasad Yu berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian.

"Aduh kasihan," jeritnya. Usai dimandikan, jenazah Yu diletakkan di rumah kakak Yu, Unggu Sumampouw, tepat di depan rumah Yu yang porak-poranda. Yu memakai kameja putih, wajahnya terlihat tenang. Yu sejak lama menderita lumpuh sehingga jarang keluar rumah. "Ia keluar hanya kalau perlu saja, itu pun pakai tongkat," kata Hence.

Selain korban tewas tertimpa longsoran, ratusan rumah penduduk di enam desa di Minahasa Utara tergenang banjir yaitu di Kema 3, Sawangan, Sarawet, Kima Bajo, Nain serta Mentehage. Dua desa yakni Kuwil dan Kaleosan. terisolir akibat putusnya jembatan Kuwil. (src:yahoo.com)

Ditengah Banjir Manado, Pria Ini Tewas Kena Serangan Jantung

BERITA TERKINI, Korban Banjir Manado, tak semuanya meninggal lantaran terbawa arus banjir bandang yang datang tiba-tiba. Seorang pegawai Kantor Pegadaian Manado, Sidi Mustikasyah (41 tahun), ikut menjadi korban. Nasib tragis menimpa Didi, demikian dia disapa, saat buru-buru hendak pulang ke rumahnya begitu mendengar ada banjir bandang.

Menurut Hafiluddin Usman, sahabat Didi semasa SMA hingga kuliah, dia mendengar kabar duka yang menimpa sahabatnya itu sekitar pukul 12.00 WITA. Menurut informasi yang dia terima, Didi mendengar ada banjir bandang menerjang Kota Manado dan segera beranjak pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan, dia menyaksikan air sudah tinggi menuju arah rumahnya. ��Mungkin dia kaget juga shock memikirkan anak dan istrinya di rumah. Penyakit jantungnya tiba-tiba kambuh,�� ujar Afit, Kamis (16/1).

Saat penyakit jantung menyerang Didi, warga mencoba menolong ayah empat putra ini dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun akibat banjir dan jalanan macet di mana-mana, perjalanan menuju ke rumah sakit tersendat-sendat.  Nyawa Didi pun tak sempat tertolong lagi hingga meregang nyawa di tengah perjalan.

Menurut Afit, jenazah Didi akan diterbangkan ke Makassar pagi ini, dan akan disemayamkan sejenak di rumah duka di  Kompleks Mustika Mulia Blok B4/7 Racing Centre, Makassar. Didi adalah alumnus SMA Negeri 5 Makassar dan meraih gelar kesarjanaanya di Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin. Didi meninggalkan seorang istri dan empat orang putra.

Afit mengatakan, Didi adalah sahabatnya sejak SMA hingga kuliah di Unhas. Meski berbeda fakultas, mereka kerab terlihat bersama-sama dalam berbagai kesempatan. Sewaktu SMA, mereka sempat membuat grup band dimana Didi sebagai drummer dan Afit sebagai vokalisnya. ��Didi sudah seperti saudara buat saya. Dia orang yang cerdas, banyak teman dari semua golongan. Solidaritasnya sangat tinggi. Saya sangat kehilangan,�� kata Afit.

Hal senada juga diungkapkan Oki Syafruddin, rekan didi semasa SMA. Menurut  Oki, Didi dikenal sebagai sosok yang periang dan mudah bergaul. ��Teman kongkownya banyak, di SMA dulu, meski beda kelas dan jurusan dia bisa berteman. Didi kawan yang cerdas, selalu masuk kelas favorit juga aktif di OSIS. Kawan-kawan sering main dan kumpul di rumahnya,�� ujar Oki.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini, banjir bandang di Sulawesi Utara telah menelan korban meninggal 13 orang, dua orang hilang dan sekitar 40 ribu jiwa kini sudah diungsikan. Di Kota Manado, lima tewas dan satu hanyut belum ditemukan atas nama Veber Sony Lowing. Di Kota Tomohon, lima orang tewas. Di Minahasa tiga orang tewas, satu hilang  atas nama Niko (54 tahun), dan satu luka berat di Kabupaten Minahasa Utara. (src:republika.co.id)

Faktor Pemicu Banjir Bandang dan Tanah Longsor Kota Manado

BERITA TERKINI, Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Sulawesi Utara, Rabu 15 Januari 2014. Dalam peristiwa tersebut, menurut Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) 13 orang meninggal dunia dan 40 ribu warga mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, bencana tersebut dipicu kombinasi antara faktor alam dan antropogenik.

"Hujan deras dipicu oleh sistem tekanan rendah di perairan selatan Filipina yang menyebabkan pembentukan awan intensif. Selain itu juga adanya konvergensi dampak dari tekanan rendah di utara Australia sehingga awan-awan besar masuk ke wilayah Sulut," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (16/1/2014), dalam pesan tertulis.

Karena itulah, 4 sungai besar di Kota Manado meluap dan menghanyutkan puluhan rumah dan kendaraan. "Bencana kali ini lebih besar daripada sebelumnya yang pernah terjadi pada tahun 2000 yang menyebabkan 22 tewas, dan Februari 2013 yang menyebabkan 17 tewas," terang Sutopo.

Sutopo menjelaskan, banjir terjadi di 6 kabupaten/kota di Sulut secara bersamaan, yaitu Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe. Sedangkan di Kabupaten Minahasa Utara, 3 desa dengan 1.000 jiwa terisolir akibat banjir dan longsor. Sementara di Kepulauan Sangihe beberapa rumah tertimbun longsor. 

Data sementara dampak keseluruhan, 15 orang meninggal sementara dari BNPB menyatakan 13 warga meninggal, 2 orang hilang, dan sekitar 40 ribu mengungsi.

Dia mengatakan, BPBD Prov Sulut berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota, TNI, Polri, SAR, RAPI, Tagana, PMI, relawan dan lainnya bersama-sama membantu mengevakuasi masyarakat. Tim Reaksi Cepat BNPB juga mendampingi penanganan darurat.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, BPBD mengerahkan dapur umum, perahu karet, tenda, matras, selimut, makanan. "Kebutuhan mendesak, perahu karet, tenda, matras, selimut, makanan, pakaian dan kebutuhan dasar. Posko sudah didirikan di beberapa tempat. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo. (src:liputan6.com)

Daftar Nomor Kontak Bisa Dihubungi Untuk Evakuasi Korban Banjir Manado

BERITA TERKINI, Bagi para korban bencana Manado, yang mungkin masih terperangkap banjir, Anda bisa menghubungi nomor-nomor di bawah ini. Data ini dirilis Rabu (15/1/2014) malam.

�Posko Korem 131 Santiago ada di Paal-2-Dealer Honda dan tempat lain dengan jumlah beberapa personel.

�Sario : Jumlah Personel TNI 18 orang, koordinator Serka Tri Anjar, Teddy Mangindaan, (GM FKPPI) 085241254028

�Pakowa : TNI  45 orang, koordinator Sertu Messik 712, Sony Hermanto (FKPPI) 085240770777

�Tuminting : 15 orang koordinator Sertu Dewa.

�Komo : 17 orang koordinator Sertu Kalalo.

�Kairagi :  30orang koordinator Serda Teten.

�Paal-2 : 10 ditambah  7 orang Serda Teten 712.

�Tikala : 7 orang Lettu Teguh 712, Boby Catur (GM FKPPI)  0811 4340200.

�Citraland : 25 orang Lettu Yulian Densipur.

�Siswa : 35 orang koordinator Letda Muntazir Densipur

�Koni : 20 orang, Ody 085341624590.

�Kampung Ternate : 25 orang.

�Standby Korem 45 orang, Ai Firman Mustika 085240770053, Danang Kasiops SAR  081283633900.
Jika diperlukan � Pemkot Manado  0431851103, SAR Manado 0431812111, Kodim 1309 Manado 0431827105, Polresta Manado 0431840269, Ambulans 118.

Nomor-nomor berikut khusus area Manado, #Manado siaga bencana. (src:tribunnews.com)

Video Terkini Banjir Manado, 15 Tewas dan 40 Ribu Mengungsi


BERITA TERKINI, Korban terkini banjir di Manado, Sulawesi Utara, Korban tewas capai 15 orang dan pengunsi capai 40 ribu orang, Warga Manado pada Rabu (15/1) malam, kekurangan pasokan listrik.

Video terkini banjir Manado :
http://www.youtube.com/watch?v=blO5A_4AaQM

Banjir Kini Genangi 75% Kota Manado, 75 Rumah Hanyut

BERITA TERKINI, Banjir yang menggenangi 75 persen wilayah Kota Manado hingga Rabu (15/1/2014) malam belum surut. Kondisi terasa mencekam karena aliran listrik ikut padam sejak siang dan belum menyala.

Ratusan warga yang masih terjebak di rumah-rumah mereka hanya menggunakan penerangan seadanya. Bahkan di beberapa lokasi pengungsian pun listrik juga belum menyala. Padamnya listrik membuat kota Manado gelap gulita.

Ribuan warga yang bisa menyelamatkan diri, kini mencoba berlindung di lokasi-lokasi yang aman. "Banjir kali ini sungguh parah melebihi banjir besar pada tahun 2000 lalu. Sungguh dahsyat," ujar Rustam, warga Paal Dua, Kecamatan Tikala.

Dari data yang dihimpun ada 11 kecematan di Kota Manado yang terdampak banjir, sudah lebih dari dua ribu orang diungsikan. Sementara tinggi banjir di bentaran Kuala Jengki mencapai 6 meter. Pusat Kota Manado juga tidak luput dari terjangan banjir yang mencapai ketinggian 1,5 meter.

Di daerah Tikala, Banjer, Dendengan Dalam, Ketang Baru ketinggian banjir bahkan melewati atap rumah. Ratusan warga yang masih terjebak banjir belum diketahui nasibnya. Petugas penyelamat dari berbagai instansi terlihat kewalahan menangani permintaan evakuasi.

Kekhawatiran warga semakin memuncak ketika terdengar kabar, di daerah Tomohon hujan lebat masih mengguyur. Sementara tinggi gelombang di laut juga tidak mereda. "Kami benar-benar jadi takut. Kasihan mereka yang rumahnya terendam banjir," kata Inneke, warga Mapanget.

Laporan lain juga menyebutkan bahwa telah terjadi longsor di beberapa titik yang mengakibatkan putusnya akses jalan dan jembatan. Longsor yang terjadi di jalan Manado - Tomohon telah menghambat perjalanan warga. Titik longsor juga terjadi di jalan raya Kombos, depan Pasar Segar, dan jalan Arie Lasut.

Belum ada data resmi mengenai korban jiwa. Dibeberapa titik bencana terdapat beberapa laporan warga mengenai korban yang hanyut terseret banjir. (src:manadoexpress.com)

Banjir Bandang Capai 30% Rendam Kota Manado

BERITA TERKINI, Hujan deras dalam 3 hari terakhir menyebabkan sebagian wilayah Kota Manado, Sulawesi Utara, terendam banjir. Tak hanya di daerah aliran sungai, banjir juga sudah meluas, masuk ke wilayah Kota Manado.

"Kalau di kota mulai ada yang selutut. Yang di dekat Kantor Walikota sudah masuk ke lapangan, sudah tergenang," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Sulawesi Utara, Riyadi saat dihubungi Liputan6.com dari Jakarta, Rabu (15/1/2014).

"Intinya kurang lebih 30% wilayah Manado terendam banjir. Kami dikelilingi banjir," tambah dia.
Menurut Riyadi, kondisi terparah terjadi di sejumlah aliran sungai. Banjir di kawasan aliran sungai menjadi atap rumah warga. "Di beberapa pinggir aliran sungai sudah sampai di atap rumah. Tinggi banjir sekitar 3 metera, rumah warga hanya kelihatan atapnya saja," tutur dia.

"Kondisi paling parah di daerah aliran sungai, Kampung Ternate Tanjung dan di Sungai Kairagi," tambah dia.

Riyadi menambahkan, banjir mulai meluas sejak pagi tadi. Sungai-sungai di Kota Manado diduga tidak mampu menampung air hujan yang turun dengan lebat dalam 3 hari terakhir.

"Daya tampung sungai kurang, hujan turun sangat lebat, ekstrem. Bebrerapa hari hujan, sudah 3 hari terakhir. Yang terparah hari ini mulai pagi sampai siang," tutur Riyadi. (src:liputan6.com)

2.000 Warga Manado Diungsikan ke Hotel-hotel Berbintang

BERITA TERKINI, Sebanyak 2.000 lebih warga diungsikan akibat banjir bandang yang melanda Manado, Sulawesi Utara. Mereka diungsikan ke tempat yang lebih aman. Termasuk hotel-hotel berbintang pun menjadi lokasi pengungsian. 

"Warga untuk sementara dievakusi di Hotel Swissbell, Hotel Tengunpura, dan Kantor Walikota Manado," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (15/1/2014).

Hotel Swissbell merupakan hotel berbintang 4, sementara Tengpura berbintang 3. Sutopo menjelaskan, adanya pusat tekanan rendah di sekitar Filipina menyebabkan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang tinggi di sekitar Manado.

Ada 11 kecamatan terdampak banjir di Kota Manado. Banjir terjadi di Kecamatan Sicala, Wenang, Singkil, Wanea, Tunginting, Paal Dua, Paal Empat dan Bunaken. 

"Puluhan mobil terendam dan hanyut karena banjir. Tinggi banjir di bantaran sungai mencapai 6 meter. Di Kota banjir sekitar 1,5 meter. Ada 4 jembatan putus," kata dia. 

Di Kanaan, Ranotana Weru Lingkungan 9, banjir yang berasal dari luapan sungai telah naik hingga ketinggian mencapai atap rumah. Sementara, di Lingkungan 1, warga terjebak di dalam rumah dan tidak bisa keluar. 

"BPBD Sulawesi Utara, bersama BPBD Kota Manado, TNI, Polri, PMI, Basarnas, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi dan penanganan darurat," kata dia.

Angin kencang terjadi di sekitar Manado hingga kecepatan 15-20 knot. Tinggi gelombang di perairan utara Mando 3-5 meter. Pantauan citra satelit menunjukkan awan masih banyak di sekitar Sulawesi Utara. Potensi banjir masih cukup tinggi. (src:liputan6.com)

Kota Manado Lumpuh, Jalan dan Jembatan Putus, Rumah-rumah Hanyut

BERITA TERKINI, Banjir bandang dan longsor menerpa Kota Manado, Sulawesi Utara. Akibatnya aktivitas warga setempat lumpuh. Warga terisolasi, jalan terputus, beberapa rumah hanyut.

"Kota Manado sudah terisolasi! Arah dari Tomohon sudah tidak bisa dilewati karena jalan sudah putus! Arah dari Tara turun Tanawangko sudah tidak bisa dilewati, jembatan putus," kata Staf Ahli Pangdam Wirabuana, Kolonel Inf Yance Woley dalam pesan tertulis kepada Liputan6.com di Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Disebutkan, jembatan Tateli putus dan beberapa rumah juga sudah hanyut. Sementara, akses dari arah Tanggari, jembatan Tanggari juga sudah putus. 

"Arah Ringroad, jembatan di Ringroad sudah putus," tulisnya lagi. Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kota Manado memutuskan untuk meliburkan sejumlah sekolah. Kebijakan pemerintah Kota Manado, pelajar Sulut hari ini diliburkan. 

Warga Manado pun diminta untuk berhati-hati, mencari tempat yang aman, dan tidak bepergian ke luar rumah. "Warga Manado diharapkan kebijakannya. Jangan ada yang bepergian jauh. Pohon tumbang di mana-mana," tulis dia. 

Bagi warga Manado yang membutuhkan bantuan, harap menghubungi nomor berikut: Pemkot Manado (0431851103), SAR Manado (0431812111) Kodim 1309 Manado (0431827105), Polresta Manado (0431840269), Ambulans(118). (src:liputan6.com)

Desa Tateli Minahasa-Manado Rusak Parah Dihantam Banjir

BERITA TERKINI, Desa Tateli, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, diterjang banjir bandang, Rabu (15/1/2014) siang. Terjangan air itu disertai kayu dan batu-batu. Puluhan rumah yang berada di tepi Sungai Tateli terseret banjir yang disertai lumpur tebal tersebut.

"Air datang secara tiba-tiba, hanya dalam sekejap air sudah sampai di pinggang. Saya hampir terseret," ujar Ndoro, warga Tateli Lingkungan 1.

Ndoro bersama ratusan pedagang lainnya hampir menjadi korban ketika Pasar Tateli ikut disapu banjir bandang tersebut. Dilaporkan, tiga warga hanyut terseret banjir. Satu korban sudah ditemukan dua jam setelah kejadian.

Hingga saat ini, ratusan rumah di Tateli masih terendam lumpur. Ribuan warga mengungsi ke gereja dan bangunan aman lainnya. Sementara itu, ratusan polisi dari Kesatuan Brigade Mobil Polda Sulut sudah dikerahkan untuk membantu warga. Sementara berbagai alat berat juga diturunkan ke lokasi untuk menyingkirkan lumpur.

"Sudah puluhan tahun saya tinggal di sini, tetapi baru kali ini terjadi banjir seperti ini. Sebelumnya tidak pernah ada banjir begini," ujar Pengki yang rumahnya ikut dihajar banjir.

Cuaca buruk dalam sepekan ini membuat banjir terjadi hampir di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Di Manado, banjir setinggi dua meter terjadi di beberapa wilayah. Ribuan warga telah diungsikan ke tempat aman. Sementara petugas penyelamat kewalahan membantu evakuasi warga. (src:kompas.com)

Banjir Manado Makin Ganas, 72 Warga Terjebak Dilantai Dua

BERITA TERKINI, Sejak pagi, tim SAR Manado disibukkan dengan penanganan bencana banjir yang mengepung kota itu, Rabu (15/1/2014). Melalui komunikasi yang digunakan para tim SAR, dikabarkan sebanyak 70 orang terjebak di lantai dua, di wilayah Ternate Baru, pukul 12.45 Wita.

"Mohon evakuasi segera air sudah mencapai di lantai dua, ada 70 orang, mohon segera," ujar seseorang melalui handy talkie tim SAR.

Selain itu, banyak pelajar yang terjebak banjir di Lapangan Tikala dan minta untuk dievakuasi. Demikian dengan warga di Perkamil banyak yang terjebak dan penyelamat dimohon mengarah ke sana.

Sementara itu di wilayah Ketang Baru air lebih dari satu meter, lalu di Malendeng warga mengeluh karena ditunggu sejak pagi belum ada tim evakuasi datang.(src:kompas.com)
 

AbheLink Black or White ? Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger