Showing posts with label Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kehamilan. Show all posts

4 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil - Seorang calon ibu harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatannya ketika hamil, karena perkembangan anak telah ditentukan sejak kehamilan. Ibu hamil juga harus pilih-pilih soal makanan karena makanan yang mengandung zat kimia tambahan atau aditif tertentu dapat berakibat buruk bagi kondisi kehamilan dan janin.

Berikut 4 macam zat aditif dalam makanan yang berbahaya jika dikonsumsi oleh wanita hamil, seperti dilansir naturalnews, Sabtu (8/9/12) antara lain:

1. Pemanis buatan

Beberapa jenis pemanis buatan baru-baru ini juga ditemukan dalam permen karet, minuman ringan, camilan dan bahkan makanan sehat seperti yoghurt sekalipun. Tubuh tidak dapat mengenali zat yang terkandung dalam pemanis buatan, sehingga ketika proses metabolisme tubuh mengolah zat asing tersebut akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan.

Baca selengkapnya -> 4 Zat Berbahaya Dalam Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil

7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil

7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil - Kehamilan adalah masa sulit bagi wanita karena harus mengurangi aktivitas berat dan tidak boleh sembarangan makan agar bayi dalam rahimnya sehat. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menghindari beberapa jenis makanan yang tidak aman untuk kehamilan.

Pertumbuhan bayi yang dikandung banyak tergantung pada apa yang dikonsumsi selama kehamilan. Maka itu perlu berhati-hati dan belajar untuk membedakan antara jenis makanan yang baik untuk ibu hamil dan yang tidak.

Seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (2/8/12), pelajari 7 jenis makanan yang tidak aman dikonsumsi selama hamil berikut:

1. Daging setengah matang

Daging, steak atau unggas yang dimasak setengah matang berisiko tinggi terkontaminasi dengan bakteri, seperti coliform, toksoplasmosis dan Salmonella. Selain itu, hati ternak tidak aman untuk dimakan selama kehamilan. Masaklah daging hingga benar-benar matang agar bakteri dalam makanan mati untuk menjaga kesehatan janin Anda.

Baca selengkapnya
7 Jenis Makanan Yang Kurang Baik Dikonsumsi Saat Hamil

Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin

Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin
Manfaat Telur
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin - Meningkatkan asupan kolin, nutrisi yang ditemukan dalam jumlah tinggi pada telur, selama kehamilan dapat mengurangi risiko bayi mengembangkan gangguan metabolisme dan penyakit yang berhubungan dengan stres seperti tekanan darah tinggi dan diabetes di kemudian hari.

Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh peneliti dari Cornell University. Studi tersebut menunjukkan bahwa kolin dapat membantu melindungi terhadap efek stres seorang ibu selama kehamilan.

Seperti ditunjukkan pada studi sebelumnya, paparan hormon stres tinggi selama kehamilan yang diakibatkan karena kecemasan atau depresi ibu, dapat membuat anak rentan terhadap stres yang bisa memicu penyakit dan kondisi kronis.

Temuan terbaru ini menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan pentingnya kolin untuk perkembangan janin.

Dalam studi ini 24 wanita hamil trimester ketiga secara acak diminta untuk mengonsumsi 480 mg kolin per hari atau 930 mg per hari selama 12 minggu sebelum persalinan.

Peneliti mengumpulkan sampel darah ibu dan plasenta serta sampel dari jaringan plasenta. Mereka kemudian membandingkan tingkat kortisol dan perbedaan genetik antara semua sampel.

Hasilnya, peneliti mengamati tingkat kortisol yang lebih rendah dalam plasenta dan jaringan janin di kalangan wanita hamil yang mengonsumsi kolin lebih tinggi.

"Temuan studi meningkatkan kemungkinan menarik bahwa asupan kolin tinggi pada ibu hamil dapat melawan beberapa efek merugikan dari stres sebelum persalinan pada pengembangan perilaku, neuroendokrin dan metabolik pada keturunannya," kata Marie Caudill, PhD, dari Cornell University, seperti dilansir indiavision, Sabtu (4/8/2012).

Kolin penting untuk wanita hamil karena telah terbukti memainkan peran penting dalam perkembangan otak janin dan bayi, mempengaruhi area otak yang bertanggung jawab untuk memori dan kemampuan belajar seumur hidup.

Selain itu, penelitian juga telah menunjukkan wanita dengan diet rendah kolin memiliki risiko empat kali lebih besar memiliki bayi dengan cacat tabung saraf, seperti spina bifida.

Cara terbaik untuk mendapatkan dosis harian kolin adalah dengan memasukkan makanan kaya kolin dalam diet, seperti telur, daging sapi tanpa lemak, kembang kol dan kacang tanah.

Telur adalah sumber kolin yang sangat baik, terkandung 125 mg kolin per telur. Nutrisi ini ditemukan secara eksklusif dalam kuning telur, bukan putih.

Studi ini telah dipublikasikan dalam edisi terbaru Federation of American Societies for Experimental Biology. - Makan Telur Saat Hamil Mampu Mengurangi Stres Pada Janin.

8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil

8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil
Nutrisi Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil - Wanita hamil memerlukan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan bayi seperti folat, serat dan zat besi. Anda dapat memperoleh nutrisi tersebut dari makanan-makanan yang mungkin sering Anda hindari seperti daun bawang dan kemangi.

Berikut adalah 8 jenis makanan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan seperti kurma dan tebu yang dilansir dari fitpregnancy, Rabu (25/7/2012):

1. Buah kurma

Dalam 1 cangkir buah kurma atau sekitar 8 biji, mampu menyumbangkan 5 gram serat. Meskipun mengandung gula dalam jumlah yang tinggi, tetapi kurma juga mengandung kalsium, fosfor, kalium dan magnesium. Hal ini penting untuk perkembangan pembentukan gigi di bawah gusi pada bayi yang masih dalam kandungan.

Buah kurma juga merupakan sumber zat besi yang baik. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, terutama selama kehamilan karena meningkatnya volume darah dan tuntutan perkembangan bayi untuk memproduksi jutaan sel darah merah. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin K yang diperlukan untuk pembentukan darah dan tulang.

2. Daun bawang

Daun bawang seringkali hanya dijadikan hiasan makanan dan cenderung diabaikan. padahal, daun bawang merupakan sumber folat, zat besi, serat, vitamin C, vitamin B6, kalsium dan magnesium.

Asam folat merupakan nutrisi yang paling penting pada trimester pertama kehamilan. Tanpa folat, bayi Anda dapat memiliki peningkatan risiko cacat struktural yang bisa berakibat fatal. Magnesium juga membantu meringankan sembelit, gejala yang umum selama kehamilan.

3. Kacang pinto

Kacang pinto, sejenis kacang tanah yang berukuran lebih kecil dan berbagai jenis kacang lain pada umumnya mengandung serat, zat besi, kalsium dan fosfor. Zat besi penting untuk membuat hemoglobin, zat dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru Anda kepada bayi Anda. Fosfor dan kalsium berguna untuk memastikan bahwa tulang bayi dan gigi tumbuh dengan sehat.

Salah satu strategi terbaik untuk membantu menghindari mual dan muntah selama trimester pertama adalah untuk menjaga perut Anda merasa puas dan penuh. Makanan dengan kandungan serat yang tinggi dapat membantu Anda mengurangi gejala morning sickness.

4. Biji labu

Ketika rahim Anda tumbuh selama masa kehamilan, otot punggung, perut dan pinggul memerlukan kekuatan ekstra untuk meregang. Biji labu mengandung protein dalam jumlah yang tinggi. Makan makanan yang mengandung protein yang tinggi membuat otot-otot dapat bekerja lebih baik.

Satu porsi biji labu juga mengandung lebih dari 25 persen dari asupan magnesium harian yang direkomendasikan. Hal ini membantu mempercepat kemampuan Anda untuk menggunakan karbohidrat, lemak dan protein sebagai sumber energi.

5. Biji wijen

Biji wijen mengandung asam lemak omega-6 yang dibutuhkan untuk integritas sel yang tepat, fungsi sistem saraf yang sehat dan kekebalan tubuh. Perkembangan kelenjar susu, plasenta dan rahim juga tergantung pada tingkat kecukupan lemak sehat dalam tubuh Anda.

Biji wijen juga merupakan sumber yang baik dari thiamin, fosfor dan mangan yang diperlukan untuk perkembangan bayi yang sehat.

6. Kemangi

Kemangi adalah makanan super untuk kehamilan yang mengandung vitamin E, riboflavin, niasin, serat makanan, vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, magnesium, fosfor, kalium, seng, tembaga dan mangan. Kemangi juga dikemas dengan kandungan zat besi yang penting untuk menjaga tingkat energi Anda.

7. Ikan herring

Ikan herring mengandung 2 gram asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang merupakan salah satu konsentrasi tertinggi dari kandungan minyak ikan pada makanan laut lainnya. Janis ikan ini juga aman dari tingkat kontaminan seperti merkuri yang berbahaya bagi ibu hamil.

DHA selama kehamilan dapat mendukung perkembangan otak di dalam rahim. Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa wanita yang mengandung minyak ikan dalam tingkat yang tinggi dalam darah memiliki bayi dengan pola tidur yang lebih baik dalam 48 jam pertama setelah melahirkan.

Para ahli telah memperkirakan bahwa tidur bayi pada awal kelahiran mencerminkan kematangan sistem saraf, sehingga menambahkan ikan ke dalam diet Anda dapat membantu otak bayi Anda matang.

8. Sirup tetes tebu

Tetes tebu atau yang dikenal dengan molases memiliki rasa yang manis yang lengket. Molases memiliki beberapa gizi tersembunyi, termasuk magnesium, mangan dan vitamin B6. Mangan merupakan mineral penting yang berperan dalam pembangunan tulang bayi yang normal. Cukup satu sendok amkan sehari untuk memperoleh manfaat sehat molases.

Vitamin B6 berperan sebagai cadangan natrium-fosfor yang menentukan seberapa banyak air yang ada dalam tubuh Anda. Dan kalium adalah mineral lain yang terlibat dalam retensi air. Mendapatkan cukup vitamin B6 dan potasium dapat membantu Anda mengecilkan bengkak kaki dan pergelangan kaki yang sering terjadi pada kebanyakan orang hamil. - 8 Jenis Nutrisi Yang Penting Untuk Ibu Hamil.

Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil

Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil
Stres Menghambat Kehamilan
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil - Perempuan yang tengah berusaha untuk hamil biasanya disarankan mengurangi kegiatan dan jangan terlalu stres. Ini dia penjelasan mengapa stres bisa bikin perempuan susah hamil.

Selain bisa dijelaskan dengan alasan medis, kondisi ini juga turut dipengaruhi oleh faktor psikologis. Hal ini membuat orang yang jadwal kerjanya padat memiliki risiko lebih tinggi sulit hamil atau gangguan infertilitas.

Berikut ini hal-hal yang bisa menjelaskan kenapa perempuan yang stres bisa mempengaruhi kemampuannya untuk memiliki anak, seperti dikutip dari Boldsky, Jumat (27/7/2012) yaitu:

1. Ovulasi (masa subur)
Orang yang hidupnya sibuk dan stres akan membuat masa subur atau waktu ovulasinya berkurang dan bahkan jadi berhenti, sehingga membuatnya sulit untuk hamil. Salah satu indikator dari masa subur adalah melalui lendir di serviks, yaitu lendir meningkat saat mendekati ovulasi.

Tapi jika seseorang stres atau sibuk maka lendir dari serviks ini akan berkurang bahkan bisa jadi kering. Umumnya stres yang bisa mempengaruhi kesuburan adalah stres yang konstan. Untuk itu seseorang perlu menemukan cara agar stresnya berkurang sehingga masa suburnya kembali normal.

2. Siklus menstruasi
Gaya hidup dan stres bisa mempengaruhi siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lambat laun kondisi ini akan mempengaruhi tingkat kesuburan yang dimilikinya. Ini karena sikus menstruasi yang sehat adalah salah satu indikator dari kemampuan perempuan untuk bisa hamil.

Jika memang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, sebaiknya segera periksakan ke dokter agar diketahui penyebabnya seperti akibat penyakit tertentu atau akibat stres.

3. Hubungan antara pikiran dan badan
Penelitian telah menunjukkan bahwa stres yang berlebihan secra langsung akan mempengaruhi otak, yaitu meningkatkan produksi hormon kortisol yang bisa mengganggu kemampuan reproduksi.

Selain itu otak juga menghasilkan molekul yang disebut neuropeptida sebagai respons dari stres emosional ini, dan molekul ini dapat merusak proses reproduksi. Jadi, cobalah menjadi bahagia dan mengembangkan hubungan yang sehat antara pikiran dan tubuh. - Kurangi Stres Agar Bisa Cepat Hamil.

Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis
Melahirkan Di Usia Muda
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis - Wanita yang pertama kali melahirkan saat remaja lebih berisiko mengalami osteoporosis daripada wanita yang pertama kali melahirkan pada usia yang lebih tua. Sekitar 40% massa tulang wanita dewasa dibentuk selama remaja. Kepadatan tulang mengalami penurunan selama kehamilan karena kalsium banyak diserap oleh janin.

Menggunakan data dari survei kesehatan nasional di Korea pada tahun 2008, peneliti menganalisis risiko osteoporosis pada 719 orang wanita Korea. Sebanyak 93 orang peserta telah memiliki bayi pertama pada usia 18 tahun. Para ibu dalam penelitan rata-rata melahirkan bayi untuk pertama kali saat berusia 24 tahun.

Penelitian yang dimuat jurnal Menopause ini menemukan bahwa laju osteoporosis pada ibu yang melahirkan pertama kali saat remaja sebesar 62,4% dan pada ibu yang melahirkan pertama kali setelah melewati masa remaja adalah sebesar 35,8%. Tingkat risiko patah tulang pada kedua kelompok masing-masing sebesar 5,4% dan 2,2%.

Sebagian besar subjek yang melahirkan saat remaja lahir sebelum tahun 1950 dan memasuki usia remaja saat meletusnya Perang Dunia II dan Perang Korea, saat di mana makanan yang bergizi sangat sulit didapatkan di Korea.

"Wanita yang pertama kali hamil saat remaja menghadapi kemungkinan peningkatan risiko osteoporosis setelah menopause dan rentan mengalami patah tulang," kata peneliti seperti dilansir Wall Street Journal, JUmat (8/6/2012).

Menggunakan dual energi x-ray absorptiometry (DXA), peneliti menemukan bahwa pada wanita menopause yang pernah hamil saat remaja, kepadatan tulangnya secara keseluruhan lebih rendah pada tulang pinggul, leher dan tulang belakang dibandingkan pada wanita menopause yang tidak pernah hamil saat remaja.

Wanita yang hamil saat remaja memiliki risiko 1,84 kali lipat terkena osteoporosis setelah menopause dibandingkan dengan yang tidak pernah hamil di usia remaja.

Kesimpulan ini tetap ada bahkan setelah dilakukan penyesuaian untuk faktor usia, usia saat mensruasi pertama, usia saat menopause, indeks massa tubuh, tingkat pendidikan, kebiasaan olahraga, pendapatan rumah tangga, asupan alkohol, asupan kalsium, asupan energi, status perkawinan, riwayat merokok, penggunaan terapi hormon dan dan kadar vitamin D.

Tim peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki riwayat kehamilan saat remaja, wanita yang telah menopause dan pernah hamil saat remaja lebih tinggi risikonya terkena osteoporosis. - Hubungan Melahirkan Di Usia Remaja Dengan Terjadinya Osteoporosis.

Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil

Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil
Sulit Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil - Infertilitas, ketidaksuburan atau kemandulan tidak selalu disebabkan oleh gaya hidup yang buruk atau akibat kebiasaan seksual. Beberapa penyakit juga bisa menyebabkan ketidaksuburan pada pria dan wanita.

Ketidaksuburan dapat dijelaskan sebagai ketidakmampuan biologis untuk hamil atau menghamili, bahkan setelah mencoba untuk waktu yang lama. Dalam beberapa kasus, masalah ketidaksuburan disebabkan karena pasangan pria. Namun dalam kasus lain hal tersebut disebabkan karena perempuan dan dalam kasus lainnya karena keduanya.

Berikut penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan ketidaksuburan, seperti dilansir boldsky, Sabtu (9/6/2012):

1. Diabetes pada pria
Diabetes telah didiagnosa sebagai salah satu penyakit yang menyebabkan masalah infertilitas pada pria. Sesuai penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Inggris, sperma pada pria diabetes mengalami kerusakan DNA. Konsentrasi sperma juga terpengaruhi secara signifikan dalam kasus ini.

Perubahan konsentrasi dan kerusakan DNA menyebabkan embrio tidak dapat terbentuk juga tidak dapat memberikan semua kode genetik.

2. Penyakit Celiac pada pria dan wanita
Penyakit Celiac adalah suatu kondisi di mana lapisan dari usus kecil rusak sehingga tidak bisa menyerap bagian dari makanan yang penting agar tubuh tetap sehat.

Wanita yang menderita penyakit ini biasanya memiliki masa reproduksi lebih pendek dan menopause dini. Sedangkan pada pria, penyakit ini dapat menyebabkan disfungsi gonad yang berpengaruh terhadap fungsi testis. Jadi penyakit ini adalah salah satu penyebab kemandulan.

3. Gangguan tiroid pada wanita
Lebih dari 10 persen masalah ketidaksuburan pada wanita adalah karena berat badan dan gangguan pada tiroid. Masalah tiroid mempengaruhi ovulasi dan kemampuan seseorang untuk mempertahankan kehamilan.

Wanita dengan antibodi tiroid memiliki peningkatan jumlah sel pembunuh alami yang menyerang perkembangan embrio, yang berimplantasi mengganggu dan bahkan menyebabkan keguguran pada beberapa kasus.

Tetapi tak perlu khawatir bagi yang memiliki gangguan tiroid. Wanita dengan gangguan tiroid dapat dengan mudah mempertahankan kehamilan dengan pengobatan medis yang efektif. - Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Wanita sulit Hamil.

Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga

Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga - Ada beberapa ibu hamil yang enggan melakukan olaraga arena takut berdampak buruk bagi bayinya. Padahal sebuat pengamatan menunjukkan jika olahraga dilakukan selama kehamilan berlangsung dapat memberi manfaat positif bagi calon ibu juga bayi.

Walaupun sudah banyak masyarakat yang pahan akan manfaat olahraga saat hamil, namun ternyata masih ada beberapa ibu hamil yang enggan melakukannya dengan salah satu alas an nantinya akan berdampak buruk bagi bayinya.

Pada sebuah penelitian yang mengamati 90 ibu hamil ditemukan bahwa masih banyak ibu hamil dimana sebelumnya rutin melakukan olahraga namun ketika hamil langsung berhenti tidak melakukannya lagi. Beberapa dari mereka menganggap berolahraga kurang aman untuk dirinya dan kehamilan meskipun hanya jalan santai.

Olahraga ringan jika dilakukan sekitar 30 menit dalam sehari cukup aman untuk ibu hamil. Tetapi jenis olahraga beresiko seperti menyelam, kontak fisik dengan lawan yang bersifat mencederai sebaiknya jangan dilakukan atau konsultasi terlebih dahulu ke tenaga medis.

Pengamatan ini dilakukan terhadap 90 responden dengan usia kehamilan 16 � 30 minggu.

Didapatkan, hampir segian dari responden rutin melakukan olahraga ringan sebelum hamil sekitar 90 menit/minggu. Tetapi, ketika hamil tidak lebih dari 27% yang berolahraga setelah hamil. Sebagian besar dari mereka takut olahraga akan menyakiti bayi.

Nampaknya ketakutan akan keamanan menjadi faktor mengapa ibu hamil enggan berolahraga.

Pengaruh mitos terkadang juga ikut mempengaruhi rasa takut ibu hamil untuk berolahraga, karena memang beberapa kepercayaan yang menurun kadang menyatakan olahraga akan menyakiti bayi.

Namun, tidak semua ibu hamil takut berolahraga beberapa ibu hamil malah sangat menyukai olaraga ringan, walaupun mereka telah memiliki kesibukan dalam bekerja setiap harinya. Bahkan tidak jarang yang meluangkan waktu untuk mengikuti senam hamil bersama.

Untuk menumbuhkan kebiasaan sehat ini sebaiknya para wanita lebih memahami manfaat aktifitas fisik selama masa kehamilan. Olahraga saat masa kehamilan bukan hanya baik untuk kesehatan ibu dan bayi secara fisik tetapi juga sehat secara emosional dengan mengurangi stres dan depresi - Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga.

Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil

Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil - Kehamilan adalah suatu proses yang membuat perempuan mengalami berbagai perubahan, karena itu ada beberapa pertanyaan yang umum diajukan oleh ibu hamil. Apa saja itu?

Perubahan yang dialami oleh ibu hamil kadang membuatnya khawatir apakah kondisi tersebut normal atau tidak. Berikut ini beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan ibu hamil dan dijawab oleh ahli kesuburan Zita West, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat (11/5/2012) yaitu:

1. Suami tidak suka menyentuh perut yang hamil, apakah ini normal?
Setiap laki-laki memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap istri yang sedang hamil. Beberapa suami kadang suka memegang perut dan merasakan tendangan bayi, sementara yang lainnya tidak. Tapi kondisi ini tak perlu dikhawatirkan karena masih terbilang normal.

2. Kaki terasa panas sepanjang waktu, bagaimana mengatasinya?
Selama kehamilan berlangsung sering terjadi masalah sirkulasi, aliran darah di sekitar daerah panggul yang menyebabkan rasa panas dan bengkak di kaki. Hal ini sangat umum terjadi dan bisa diatasi dengan memijat, refleksi atau merendam kaki. Tapi jika disertai rasa sakit sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

3. Perut saya terus gatal, apa penyebabnya dan bagaimana menghentikannya?
Hal ini sangat umum terutama pada trimester ketiga, karena kulit semakin meregang dan menimbulkan ketidaknyaman. Cobalah memijatnya dengan krim dan minyak. Tapi jika gatalnya ekstrem periksakan ke dokter untuk melihat apakah ada peningkatan asam empedu dan memeriksa fungsi hati.

4. Saya merasa bayi bergerak hari ini, seperti apa rasanya?
Kebanyakan perempuan merasakan gerakan bayi di usia 18-21 minggu, tapi ada yang lebih cepat atau lambat. Rasanya seperti ada kupu-kupu kecil, tapi semakin lama gerakan atau tendangannya semakin pasti terasa.

5. Mengalami beberapa mimpi aneh, apakah ini efek hamil?
Banyak perempuan yang mimpi tentang memiliki anak ditrimester pertama, dan mimpi tentang persalinan saat trimester akhir. Meski bisa sangat mengganggu, tapi mimpi aneh ini tergolong normal.

6. Apakah perlu menggunakan sabuk pengaman?
Sabuk pengaman tentu saja perlu digunakan, tapi yang penting adalah meletakkan sabun pengaman ditempat ibu hamil merasa nyaman. Jika tidak nyaman cobalah membatasi jumlah waktu berada di dalam mobil.

7. Apakah tulang rusuk membesar selama hamil?
Hormon yang disebut relaxin akan dilepaskan dalam tubuh selama tahap akhir kehamilan untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan. Kondisi ini akan membuat tulang rawan rileks terutama di sekitar panggul dan tulang rusuk, jadi tidak perlu khawatir.

8. Mengapa gusi berdarah dan gigi jadi sensitif?
Ini adalah efek samping yang sangat umum saat hamil, karena itu menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi sangat penting. Hal ini karena gusi berdarah bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan respons inflamasi (peradangan) - Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil.

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu
Berat Badan Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Beberapa orang perempuan melahirkan bayi dengan bobot lahir yang tinggi. Bobot bayi ini bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, dan juga karena gen. Para ilmuwan menemukan bahwa bobot lahir bayi dipengaruhi variasi gen dari ibu dan nenek, namun pengaruh gen dari Ayah sangat minim.

Para peneliti sebelumnya telah mempelajari bahwa gen bertindak sebagai penekan pertumbuhan yang dapat mengurangi bobot lahir. Tapi sebuah penelitian di Inggris menemukan gen tertentu yang diturunkan dari ibu dapat membuat bobot bayi lahir bertambah 93 gram. Pertambahan bobot ini bisa mencapai 155 gram jika diturunkan oleh nenek dari pihak ibu.

Dalam artikel yang dipublikasikan di American Journal of Human Genetics, profesor Gudrun Moore dari University College London dan rekannya meneliti gen yang disebut PHLDA2 terhadap 9.500 sampel DNA dari ibu dan bayinya. Sampel ini dikumpulkan dari 3 penelitian yang terpisah. Peneliti menemukan varian gen yang disebut RS1 dapat mengubah fungsi gen sehingga menyebabkan bobot lahir bayi lebih tinggi.

"Gen memang memiliki pengaruh yang besar pada bobot lahir dengan bertindak sebagai penekan pertumbuhan. Kami menemukan varian genetik PHLDA2 yang diturunkan dari ibu dapat menyebabkan bayi terlahir 93 gram lebih berat di atas rata-rata. Bahkan bobotnya bisa mencapai 155 gram lebih besar di atas rata-rata jika diwariskan oleh nenek dari pihak ibu," kata Prof Moore seperti dilansir BBC News, Jumat (23/3/2012).

Variasi gen RS1 ini ditemukan pada sekitar 13% individu yang diteliti. Sedangkan variasi gen S2 sebanyak 87%. Variasi gen RS2 lebih umum ditemui dan variasi ini hanya ditemukan pada manusia. Adanya variasi gen RS1 dan RS2 ini membuat bayi terlahir lebih kecil.

Peneliti menduga, mekanisme ini merupakan efek perlindungan untuk meningkatkan kelangsungan hidup ibu saat melahirkan bayi. Artinya, berat lahir yang tidak terlalu berat akan memastikan ibu selamat saat melahirkan.

"Meskipun penelitian ini hanya melihat bobot lahir bayi, ada kemungkinan bahwa varian genetik ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kondisi kesehatan. Pengaruh kesehatan tersebut sebagian disebabkan pengaruh bobot lahir dan sebagian lagi disebabkan faktor genetik," kata Dr Caroline Relton dari Newcastle University.

Bayi baru lahir umumnya memiliki bobot rata-rata 3500 gram dengan panjang badan 48 - 51 cm dan lingkar kepala rata-rata 35 cm. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh gen dari Ayah terhadap bobot lahir bayi hampir tidak ada sama sekali.

"Gen dari Ayah kurang terlibat dalam evolusi. Mungkin karena kelangsungan hidup sang Ayah sendiri tidak dipertaruhkan dan dapat terus bereproduksi dengan perempuan lain," kata Profesor Moore. - Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu.

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan - Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN DR Sudibyo Alimoesa mengatakan, tingkat kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih tinggi, atau hampir setiap satu jam, dua ibu melahirkan meninggal dunia.

"Bila jumlah tersebut ditotal maka dapat dibayangkan dalam satu hari berapa ibu melahirkan yang meninggal dunia," katanya dalam pertemuan dengan Ulama se Kalsel di Banjarmasin, Selasa (31/1/2012).

Menurut dia, berdasarkan data dan penelitian tentang kualitas penduduk Indonesia 2011 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI atau MMR) masih sebesar 228/100.000 kelahiran hidup.

Selanjutnya angka kematian bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup, kemudian 60 persen penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah, angka harapan hidup Indonesia sekitar 68/72 tahun.

"Sedangkan Jepang saja kini rata-rata umur penduduknya telah mencapai 100 tahun, sehingga saat ini 40 persen penduduknya merupakan lansia," katanya.

Meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang berbasis pada pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan tersebut, BKKB telah menempuh berbagai langkah dan menetapkan target berdasarkan MDGs 2015.

Meningkatkan harapan hidup dan mengurangi angka kematian ibu dan anak, tambah Sudibyo, BKKBN sedang menjalankan program pelatihan bagi 35 ribu bidan dan 10 ribu dokter umum maupun dokter kandungan.

Pelatihan untuk melakukan pertolongan dalam persalinan tersebut sekaligus juga diisi dengan pelatihan untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi sesuai dengan program BKKBN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut, maka pertolongan kelahiran yang berada di daerah terpencil bisa dilakukan secara medis sehingga kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Taraaget nasional, pada 2015 AKI akan turun dari 228/100.000 kelahiran hidup menjadi 102/100.000 kelahiran hidup begitu juga dengan angka kematian bayi turun menjadi 23/1.000 kelahiran hidup.

Kepala BKKBN Kalsel Dra Chamnah Wahyuni mengatakan, khusus Kalsel pelatihan akan dilakukan kepada 900 bidan dan 300 dokter yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.

Dialog dengan narasumber dari BKKBN pusat mendapatkan tanggapan cukup antusian dari para Ulama dan masyarakat Kalsel.

Salah seorang peserta dialog mempertanyakan efek samping pil KB dan suntik yang justru membuat lesu para wanita sehingga mengurangi gairah pada saat melayani suami.

"Karena para wanita menjadi lesu setelah minum pil KB dan suntik tersebut, akhirnya banyak suami "jajan" di luar," katanya disambut gelak tawa peserta.

Terhadap keluhan tersebut, Sudibyo mengatakan akan dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap kebenaran informasi tersebut, karena selama ini tidak pernah ada keluhan seperti itu.

"Ini akan menjadi bahan diskusi kita, karena selama ini pil dan suntik adalah alat kontrasepsi yang paling banyak diminati peserta," katanya. - Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan.

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues
Sindrom Baby Blues
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues - Kebahagiaan setelah kelahiran anak bisa sirna akibat depresi yang melanda. Gangguan depresi khas yang dialami oleh para ibu baru disebut oleh pakar sebagai postpartum syndrome, yang mungkin lebih sering Anda dengar dengan istilah baby blues.

Baby blues dapat terjadi kapan saja, tetapi umumnya adalah sekitar satu hingga tiga minggu setelah kelahiran anak. Dalam masa ini, Anda mungkin akan menjadi lebih mudah marah atau malah mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Nafsu makan mengalami perubahan, sementara Anda juga jadi gampang cemas atau sulit tidur. Sebagian ibu menjadi sangat mudah frustrasi saat berhadapan dengan anaknya, dan cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat menjadi ibu yang baik. Pada kasus lain ada juga ibu yang begitu takut memegang bayinya karena khawatir akan melukai bayi itu atau dirinya sendiri.

Menurut ahli, beberapa faktor psikologis dapat berpengaruh terhadap munculnya baby blues, mulai dari tekanan emosional hingga sisi kepribadian sang ibu baru. Simak beberapa hal yang bisa memicu timbulnya baby blues, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Kehamilan tidak direncanakan
Tidak siap untuk memiliki anak dapat berpengaruh pada kondisi emosional calon ibu pada saat hamil dan juga setelah melahirkan, kata Sara Rosenquist, PhD, psikolog dari Chapel Hill, North Carolina. Menurut penulis After the Stork: The Couple's Guide to Prevention and Overcoming Postpartum Depression ini, Anda perlu mencoba untuk tidak terlalu berfokus pada aspek-aspek negatif dari memiliki anak.

"Pilihannya adalah menganggap anak itu sebagai karunia dalam hidup, atau sebaliknya," kata Rosenquist lagi. Bertukar pikiranlah dengan sesama ibu, agar Anda lebih positif dalam menyambut kelahiran bayi dalam keluarga.

2. Hubungan dengan pasangan sedang bermasalah
Stres akibat masalah dengan pasangan bisa berpengaruh terhadap munculnya baby blues. "Adanya masalah bisa meningkatkan rasa kecewa Anda," papar Rosenquist. "Sementara konflik tak berkesudahan dengan pasangan dapat menimbulkan depresi." Datangnya anggota keluarga baru dapat dianggap sebagai tambahan masalah.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya sejak awal Anda sudah mulai berkonsultasi dengan penasihat perkawinan. Dengan begitu, energi dan waktu Anda tidak dihabiskan untuk hal-hal yang negatif sehingga lebih siap untuk hal yang lebih besar, yaitu kelahiran anak.

3. Kurangnya dukungan keluarga
Pasangan yang tidak membantu dalam merawat anak bisa membuat Anda putus asa pada masa awal memiliki anak. Begitu juga jika Anda tidak memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang dapat membantu merawat bayi. Padahal, adanya dukungan yang besar dari orang-orang sekitar dapat membuat Anda merasa lebih kuat dan percaya diri dalam merawat bayi.

Mulai membangun sistem support sebelum sang bayi lahir, menurut profesor Psikologi Michael O'Hara, PhD, dari University of Iowa, dapat sangat membantu mengatasi masalah ini. Jika tidak ada teman yang tinggal di dekat Anda, cobalah mulai berteman dengan para ibu di daerah sekitar rumah. Atau, andalkan bantuan dari baby sitter.

4. Anda baru mengalami kejadian yang pahit
Perceraian atau kematian dari anggota keluarga dapat menambah risiko Anda untuk mengalami postpartum syndrome. Bahkan, perubahan drastis seperti baru pindah rumah juga dapat memberikan dampak yang serupa, begitu menurut Maria Muzik, MD, dari University of Michigan Health System. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil untuk menghindari adanya perubahan hidup terlalu besar (yang tentunya disengaja) selama kehamilan dan setelah melahirkan. Jika bisa, tunda rencana pindah rumah hingga Anda merasa lebih stabil.

5. Anda terlalu perfeksionis
Selalu mengharapkan segalanya berjalan sempurna bisa membuat seseorang jadi mudah frustrasi pada saat yang terjadi adalah sebaliknya. Itu sebabnya, menurut Kim Zittel, PhD, MSW, asisten profesor di bidang sosial dari Buffalo State College, New York, Anda perlu sedikit menurunkan standar.

"Para perfeksionis akan menuntut dirinya sendiri menjadi ibu yang sempurna. Ia juga mengharapkan pasangannya akan menjadi ayah teladan, dan anaknya adalah bayi yang manis bagaikan malaikat," tutur Zittel lagi.

Begitu hal ini tidak tercapai, para ibu ini akan mulai menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam depresi. Lebih baik, Anda mencoba untuk bersikap lebih realistis dan belajar untuk menerima segala hal dengan pikiran terbuka - Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues.

Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil

Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil
Senam Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil - Setiap ibu hamil hendaknya tetap melakukan aktivitas fisik selama masa kehamilan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Tidak hanya itu, olahraga saat hamil juga dapat membantu mempermudah berlangsungnya proses persalinan.

"Dengan olahraga, suplai darah, mood, serta vitalitas seseorang akan lebih baik. Sehingga, suplai aliran darah ke bayi lebih baik dan kemungkinan untuk terjadinya suatu kontraksi yang diharapkan juga akan lebih on time," ucap dr. UF Bagazi Sp.OG, dokter spesialis kandungan Brawijaya Women and Children Hospital, Sabtu, (29/4/2012).

Menurut Bagazi, jenis olahraga untuk ibu hamil pada prinsipnya adalah tidak boleh yang high impact dan menggunakan punggung serta persendian yang terlalu kuat seperti misalnya tennis, menunggang kuda, diving dan naik gunung. Jenis olahraga yang dianjurkan dan aman untuk ibu hamil adalah jalan santai, sepeda statis, renang dan erobik.

"Karena dengan olahraga ini, sirkulasi darah lebih baik kemudian tidak ada pembebanan di tumpuan-tumpuan badan seperti lutut, engkel, tulang belakang, yang bisa menyebabkan nyeri," jelasnya.

Lebih lanjut Bagazi mengatakan, olahraga pada bumil (ibu hamil) dapat dilakukan setiap hari selama 30 menit atau 5 kali dalam seminggu. Tetapi ia menekankan, olahraga saat hamil tidak diperkenankan untuk mereka yang masih pemula atau tidak pernah melakukan olahraga saat hamil sebelumnya.

Untuk amannya, buat ibu hamil yang masih pemula namun ingin berolahraga harus dimulai dengan intensitas yang ringan. Mulailah perlahan dengan durasi lima menit setiap minggu kemudian ditambah 5 menit setiap minggunya sampai dengan 30 menit.

"Exercise akan lebih mudah dilakukan pada awal 24 minggu usia kehamilan. Sedangkan tiga bulan terakhir akan lebih susah karena faktor tubuh saat hamil tua," ungkapnya - Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil.

Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu

Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu - Bayi yang lahir terlambat atau melewati masa kehamilan normal memiliki risiko yang lebih tinggi terkena masalah kesehatan di kemudian hari. Bayi yang lahir melebihi masa 42 minggu kehamilan akan menderita masalah perilaku seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) atau gangguan mental di usia dini. Gangguan ini seringkali diperlihatkan dengan adanya hiperaktivitas ketika anak mulai berjalan.

Seperti yang dimuat International Journal of Epidemiology, para ahli mengimbau  para wanita untuk menyadari risiko kehamilan yang terlalu lama.
Penelitian yang dilakukan di Belanda menunjukkan, banyak wanita yang tidak melakukan induksi walau masa kehamilannya telah lebih dari 42 minggu. Dalam penelitian tersebut terungkap, lebih dari 5.000 bayi yang lahir setelah 42 minggu memiliki masalah perilaku dan dua kali lebih besar risikonya terkena ADHD.

Ketua peneliti Dr. Hanan El Marroun dari Department of Child and Adolescent Psychiatry di Erasmus MC-Sophia, Rotterdam mengatakan kehamilan yang terlalu lama atau bahkan terlalu cepat dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. �Setiap wanita hamil tahu, bayi prematur tidak baik, lalu mengapa kita tidak mempertanyakan jika seorang anak lahir terlalu lama?� katanya kepada BBC News.

Di Inggris, terdapat prosedur yang mengharuskan wanita hamil  diinduksi jika masa kehamilannya telah memasuki usia 41 atau 42 minggu. Selain itu, para ibu  juga diingatkan tentang kemungkinan komplikasi jika mereka memperpanjang kehamilannya. Komplikasi yang dimaksud adalah kematian saat lahir dan kesulitan dalam pertumbuhan. Namun, sebagian kecil wanita percaya bahwa bayi akan lahir dengan sendirinya tanpa diberikan intervensi medis (induksi).

Dr. Virginia Beckett seorang konsultan kebidanan dan juga ginekologi sekaligus juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists mengatakan, �Di Inggris, biasa jika wanita mempertahankan kehamilan mereka walaupun melebihi 42 minggu. Beberapa ibu akan memilih melewati 42 minggu dan saran kami hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian saat bayi lahir dan komplikasi lain.� - Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu.

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental - Belakangan ini sering terdengar banyak kasus tentang autisme pada anak. Cacat mental dan kelainan pada anak dapat diminimalisir dengan tindakan preventif dari sang ibu ketika hamil.

Studi baru menghubungkan peningkatan angka autisme secara dramatis dipengaruhi oleh mutasi genetik. Studi lain menyatakan autisme disebabkan oleh antidepresan dan faktor lingkungan lainnya.

Laporan terakhir mengatakan 1 diantara 88 anak menderita autis. Hal ini bukan berita yang mengejutkan lagi, mengingat dunia kini diliputi bahan kimia, stres, depresi, lingkungan yang kacau dan sejumlah besar penyakit.

Berikut 5 tindakan yang dapat dilakukan oleh ibu untuk mencegah kelahiran bayi dengan cacat mental seperti dikutip dari fitpregnancy, Selasa (24/4/2012) antara lain:

1. Jangan Terlalu Parno akan Keganjilan Otak Anak
1 dari 88 bayi menderita autis adalah statistik yang menakutkan. Tapi hal ini berarti masih banyak kemungkinan Anda melahirkan bayi yang sehat. Keganjilan pada otak bayi bukan hanya pertanda autisme tetapi mungkin saja anak memiliki otak yang jenius atau sangat sensitif, artistik, ilmiah, memiliki musikalitas tinggi, atau berbakat seperti Albert Einstein, yang sebelumnya dicurigai menderita autis. Lakukan kontrol ke dokter secara teratur terhadap perkembangan anak Anda.

2. Atasi stres
Stres dan depresi emosional merupakan kasus yang telah umum, khususnya di kalangan perempuan. Jangan menggunakan obat antidepresan untuk meredakan stres karena menurut beberapa studi sebelumnya hal ini berbahaya bagi janin.

Anda dapat mengurangi stres dengan melakukan meditasi, berolahraga, terapi atau mengonsultasikannya kepada dokter agar mendapatkan saran yang tepat.

3. Ubah Lingkungan Anda
Lingkungan rumah yang sehat akan membuat bayi dalam kandungan Anda juga tumbuh dengan sehat. Mulailah mengubah lingkungan Anda dengan membersihkan sumbatan di parit, membersihkan perabot rumah dengan bahan pembersih yang alami seperti baking soda, jus lemon, cuka dan air panas.

4. Mengubah diet Anda
Setiap makanan yang Anda makan akan diserap ke dalam aliran darah Anda. Pewarna dalam permen, perasa buatan dalam sirup dan pengawet dalam makanan kemasan akan ditransfer melalui plasenta yang dapat merangsang pertumbuhan otak kecil bayi dalam rahim Anda.

Jika Anda seorang pria, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam makanan tersebut akan berpengaruh pada kualitas sperma. Sekarang ini sedang diadakan penelitian mengenai mutasi genetik yang dikaitkan dengan autisme dengan meneliti sperma.

5. Jangan Terlalu Over dalam Vaksinasi
Kekhawatiran mengenai risiko cacat mental yang mengancam jiwa anak Anda tidak harus diantisipasi dengan memberikan berbagai macam vaksin. Jika hal itu dilakukan maka akan membuat nyawa anak terancam karena pemberian vaksin yang tepat harus diberikan satu per satu sesuai dengan umur bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan vaksinasi pada anak Anda - Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental.

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran
Kafein
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran - Wanita hamil sebaiknya menghindari minuman kopi atau berkafein karena berdasarkan hasil penelitian terbaru konsumsi kafein dapat memperbesar risiko mengalami keguguran.

Hasil riset terbaru yang dipublikasikan American Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwa konsumsi kopi - bahkan dalam tingkat moderat di awal masa kehamilan - dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.

Food Standards Agency sebenarnya telah memberi batas maksimal untuk konsumsi kafein selama hamil yakni sekitar 300mg atau setara dengan empat cangkir kecil kopi setiap hari. Namun dari penelitian terungkap fakta bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200mg kafein setiap hari mengalami peningkatan risiko hingga dua kali lipat ketimbang yang tidak mengonsumsinya.

Sejauh ini, ada tiga faktor risiko yang dikenal dapat memicu terjadinya keguguran seperti usia saat kehamilan, sejarah mengalami keguguran, serta infertilittas. Namun penyebab utama keguguran belum sepenuhnya dapat dipahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri merupakan faktor risiko yang kerap diperdebatkan, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang bertolak belakang.

Untuk riset yang paling mutakhir ini, Dr De-Kun Li dan koleganya di Kaiser Permanente Division of Research, meneliti 1.063 wanita yang baru memasuki usia kehamilan satu hingga dua bulan. Peneliti meminta para wanita untuk membuat catatan harian mengenai asupan kafein dari awal masa hamil hingga pekan ke-20.

Ketika peneliti membandingkan informasi ini dengan jumlah wanita yang mengalami keguguran hingga 20 minggu kehamilan, tercatat 172 wanita memiliki kaitan dengan kafein. Perbandingan antara yang tidak mengonsumsi kafein dengan wanita yang mengonsumsi hingga 200mg kafein sehari dari segi peningkatan risikonya mencapai 15% versus 12%. Sedangkan wanita yang meminum lebih dari 200mg risikonya mencapai 25%.

"Pesan utama buat para wanita hamil dari temuan ini adalah mereka mungkin seharusnya mempertimbangkan untuk menghentikan konsumsi kafein selama kehamilan," ungkap Dr Li.

Menurut peneliti, asupan kafeine dapat melewati plasenta hingga masuk kandungan. Namun belum jelas bagaimana kafein dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Para ahli mengatakan bahwa mereka siap mereview kembali riset ini jika ada saran untuk mengubahnya. Namun Pat O'Brien, konsultan kebidanan dan jurubicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakan munculnya temuan ini membuat pihaknya harus menyarankan para wanita hamil untuk menghindari kafein dalam 12 minggu pertama kehamilan.

"Masa 12 minggu pertama kehamilan adalah periode yang sangat rentan untuk bayi. Pada tahap inilah kasus keguguran seringkali terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar wanita di awal masa kehamilan juga sebaiknya menghindari minuman-minuman beraroma kafein dan seringkali memang sulit untuk membuat mereka pantang menikmatinya. Namun begitu,O'Brien mengakui pula bahwa hingga saat ini belum jelas apakah wanita hamil wajib menghindari kafein pada masa-masa hamil tua - Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran.

Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil
Energi dan Gizi Ibu Hamil 
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil - Kehamilan merupakan salah satu peristiwa paling membahagiakan dan menantang dalam kehidupan seorang wanita. Banyak hal harus disiapkan mulai dari menghindari segala bentuk candu yang berbahaya seperti rokok, minuman, dan masih banyak lagi.

Lingkungan sekitar dan makanan yang Anda asup akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Karena inilah saatnya bayi mulai bertumbuh dan berkembang. Tidak heran bila gizi dan energi ekstra sangat diperlukan untuk mendukung tuntutan metabolisme si janin juga sang ibu sendiri.

Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda dan pada umumnya wanita hamil dianjurkan untuk menambah konsumsi kalori hariannya hingga 300 kilo kalori. Ini sama dengan :
� 2 potong roti gandum dengan keju atau
� 200 gram yogurt dengan 45gram sereal gandum/havermut atau
� Tambahan � mangkuk nasi atau tambahan � mangkuk mie untuk makan malam atau
� 1 gelas susu skim, 1 lembar daging/ayam/ikan ukuran sedang dan 150gram yogurt

Yang jelas, amat penting bagi wanita hamil untuk melakukan diet seimbang dan sehat, yang terdiri dari semua kelompok makanan seperti susu, buah-buahan, sayuran, ikan, daging, telur, lemak dan karbohidrat. Dengan demikian, Anda akan bisa mendapatkan jumlah energi yang cukup. Gunakanlah piramida makanan sehat sebagai pedoman memilih menu makanan dan ingatlah untuk terus makan yang bervariasi.

Di bagian bawah piramida makanan sehat adalah makanan yang harus sering dikonsumsi karena rendah lemak, kaya serat dan mengenyangkan. Beberapa pilihan makanan sumber karbohidrat adalah nasi, sereal gandum, roti berserat, nasi basmati, nasi coklat, mie dan pasta.

Di bagian tengah piramid adalah makanan yang sebaiknya dimakan dengan porsi secukupnya karena banyak mengandung protein, berbagai jenis vitamin dan mineral. Beberapa pilihannya adalah daging, ikan, ayam, makanan laut, telur, tahu, buncis, kacang, kacang polong dan produk susu rendah lemak. Jangan lupa untuk menambahkan buah dan sayuran setiap harinya.

Sementara makanan yang harus dimakan sedikit saja terletak di bagian paling atas piramid. Karena makanan ini banyak mengandung gula, lemak, garam dan alkohol. Meskipun lemak baik itu penting, namun lemak sebaiknya dikonsumsi sedikit saja karena tubuh kita telah menerima asupan lemak dari pola makan di hari-hari biasa. Ada baiknya hindari menambah berat yang tidak perlu saat mengandung! - Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil.

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat
Makanan Berserat
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat Makanan berserat bagi ibu hamil ternyata bisa berarti sangat penting. Menambah asupan serat dalam menu makanan sehari-hari terbukti dapat menurunkan risiko mengidap preeklamsia.

Sebuah riset yang dimuat American Journal of Hypertension menunjukkan, wanita hamil yang meningkatkan asupan seratnya sebanyak 5 gram sehari�setara dengan 2 helai roti gandum murni�mengalami penurunan risiko preeklamsia sekitar 14 persen.

Dr Chunfang Qiu dan timnya dari Swedish Medical Center di Seattle, Washington, melaporkan hasil temuan bahwa tingginya asupan serat sebelum dan selama awal kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia secara signifikan di antara 1.538 wanita hamil yang mereka pantau.

Qiu mengumpulkan data tentang asupan serat dalam kurun 3 bulan sebelum dan selama awal kehamilan dari para partisipan yang kehamilannya tidak mengalami komplikasi. Selama riset, tercatat 64 partisipan mengidap preeklamsia.

Mencegah preeklamsi dengan makanan tinggi serat. Dari hasil analisis terungkap, wanita yang mengonsumsi sedikitnya  21,2 gram serat per hari risikonya 67 persen lebih rendah mengidap preeklamsia dibanding mereka yang asupan seratnya kurang dari 11,9 gram sehari.  Peneliti mencatat bahwa setiap penambahan  5 gram asupan serat dalam sehari berarti dapat menurunkan risiko preeklamsia  hingga 14 persen.

Perhitungan ini diambil setelah peneliti mempertimbangkan faktor lainnya yang berpotensi memicu preeklamsia seperti asupan energi total, usia kehamilan, ras/etnis, jumlah kehamilan, dan berat badan sebelum kehamilan. Selain itu, wanita yang asupan seratnya paling tinggi kadar trigliseridanya tercatat 12 poin lebih rendah dan kadar HDL-nya (kolesterol baik) 2,6 poin lebih tinggi dibanding wanita yang asupan seratnya rendah.

Preeklamsia merupakan suatu  kondisi berbahaya pada wanita hamil dan penyebab utama kelahiran prematur. Preeklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah, pembengkakan pada wajah dan tumit,  serta adanya protein dalam urine. Preeklamsia dialami satu dari 10 wanita hamil. Bayi dari ibu yang mengalami preeklamsia kebanyakan lahir prematur dan terganggu perkembangannya - Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat.

Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui

Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui
Masa Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui - Kehamilan dan menyusui adalah dua proses paling penting yang dapat menentukan kesehatan bayi. Hasil kajian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pemberian probiotik selama masa kehamilan dan menyusui dapat mempromosikan atau meningkatkan sistem kekebalan pada bayi.

"Alergi dan eksim adalah dua masalah kesehatan yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Dengan probiotik, daya tahan tubuh akan meningkat dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit tersebut," kata Erika Isolauri, MD, D. Med. Sci, pakar ilmu kesehatan bayi dari Universitas Turku, Finlandia dalam acara temu media, Selasa, (13/3/2012), di Jakarta..

Erika menerangkan, ketika seorang ibu mengonsumsi probiotik selama kehamilan dan menyusui, maka akan merangsang tubuh memproduksi immunoglobulin A (sistem komponen kekebalan yang membantu mempertahankan tubuh terhadap alergen) yang ditransfer ke bayi melalui darah atau ASI.
Hal ini berarti, ibu akan memberikan bayinya sistem kekebalan tubuh yang diperlukan untuk melawan risiko alergi dan eksim selama dua tahun pertama. Eksim adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan gatal parah, sering dengan kemerahan dan pengelupasan.

"Manfaat lainnya, probiotik juga membantu menyehatkan keseimbangan mikrobiota usus sejak dini, sehingga dapat dijadikan cara untuk mengontrol kenaikan berat badan yang berlebihan," jelasnya.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mirip dengan mikroorganisme menguntungkan yang ditemukan secara alami dalam usus manusia. Erika mengungkapkan, probiotik bisa didapatkan dalam bentuk produk makanan yang diperkaya dengan bakteri seperti Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium.

Melahirkan caesar, bayi kurang probiotik
Sementara itu Prof.DR.Dr.med Ali Baziad Sp.OG (K) dari Brawijaya Hospital mengatakan, populasi mikrobiota di dalam usus bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkungan saat kelahiran, dan pola atau kebiasaan pemberian makanan.

Menurut Ali, untuk ibu hamil yang memilih persalinan dengan cara caesar, bayi mereka akan cenderung memiliki sedikit kandungan probiotik di dalam tubuhnya. Di samping itu, berat badan yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang terlampau sering juga dapat menurunkan supplay bakteri baik dari ibu ke bayi.

"Kebanyakan ibu sekarang maunya lahir caesar. Padahal kalau lahir caesar bayi kurang mendapatkan probiotik. Akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi akan meningkat," ucapnya.

Ali menerangkan, pada bayi yang lahir dengan cara normal, bayi akan terpapar lebih banyak probiotik karena kontak dengan usus ibu berlangsung cukup lama. Selain itu, ketika bayi melewati vagina, ia juga akan terpapar kuman sehat yang ada di vagina ibunya.

"Oleh karena itu, jangan sering-sering cuci vagina, misalnya pake daun sirih dan atau bahan lainnya, karena kuman sehat bisa mati," terangnya.

Lebih lanjut Ali mengimbau agar para ibu menyusui tidak malas dalam memberikan ASI kepada bayi mereka karena ASI mengandung probiotik dan prebiotik (oligosakrida) alami yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI kaya akan kandungan bioaktif, memberikan tidak hanya perlindungan pasif, namun juga secara aktif menstimulasi perkembangan sistem imun bayi - Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui.

Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan - Berencana untuk mempunyai anak tetapi sulit mendapatkan kehamilan? Mungkin ada masalah dengan kesuburan pasangan. Kehamilan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kesuburan saja, tetapi beberapa gaya hidup dapat menghambat kehamilan.

Berikut 9 faktor yang bisa menghambat kehamilan seperti dikutip dari lifescript, Rabu (25/4/2012) antara lain:

1. Menunda Kehamilan Terlalu Lama
Kebanyakan wanita menunda kehamilan demi mengejar karir. Padahal, ketika Anda mulai menginjak usia 30 - 40 tahun, akan sulit untuk hamil. Bahkan ketika wanita berumur 45 tahun, hampir tidak mungkin bisa hamil.

"Semakin tua usia wanita, jumlah produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil dengan mudah seperti ketika wanita berada di usia 20-an tahun," kata Mousa Shamonki, MD, direktur spesialis kesuburan di University of California.

Jika Anda telah menemukan pasangan hidup dan berencana memiliki beberapa anak, sebaiknya jangan menunda kehamilan terlalu lama demi karir atau alasan lain.

Baca selengkapnya Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan
 

AbheLink Black or White ? Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger