Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak

Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak
Anak Olahraga
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak - Pemenuhan nutrisi atau gizi seimbang pada anak Indonesia menduduki peringkat 121 dari seluruh negara di dunia pada tahun 2013 dan masih di bawah rata-rata Human Development Index (HDI). Hal ini menyebabkan kurang optimalnya fase tumbuh kembang anak.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pemenuhan yang tepat untuk mengoptimalkan kecerdasan dan juga tumbuh kembang tubuh anak. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Prof Dr Ir H Musliar Kasim, MS.

"Salah satunya dengan menerapkan kebiasaan makan yang baik seperti minum susu dan berolah raga rutin sejak dini kepada anak-anak," katanya saat berbicara dalam temu media di Kementerian Pendidikan Nasional, seperti ditulis Selasa (28/5/2013).

Baca selengkapnya Selain Gizi Olahraga Juga Penting Untuk Pertumbuhan Anak

7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak

7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak
Makanan Terlalu Manis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak - Bukan hanya orang dewasa saja yang perlu mengurangi konsumsi makanan manis, anak-anak dan remaja pun perlu membatasi asupan makanan manis. Terlalu banyak makan makanan manis dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Beberapa efek buruk gula termasuk meningkatkan risiko obesitas, diabetes, kerusakan gigi, gizi buruk dan tekanan darah tinggi. Gula juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung dan bahkan perkembangan kanker.

Seperti dilansir Naturalnews, Selasa (19/3/2013) berikut ini adalah 7 efek buruk konsumsi makanan manis bagi perkembangan anak-anak:

1. Menyebabkan kerusakan gigi
Gula yang sering ditemukan dalam permen beberapa makanan manis lainnya dapat menyebabkan kerusakan pada gigi anak. Bakteri dalam mulut akan berkembang dengan cepat jika kebutuhan pangan utamanya, yaitu gula, terpenuhi dengan baik.

Baca selengkapnya 7 Dampak Negatif Makanan Terlalu Manis Bagi Perkembangan Anak

5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak

5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak
Kasih Sayang Ibu
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak - Ada ungkapan kasih ibu sepanjang masa, ternyata hal ini bukan hanya isapan jempol belaka. Karena manfaat kasih sayang ibu bagi kesehatan mulai dari perkembangan otak hingga kehidupan seks.

"Hubungan pertama si anak adalah dengan ibu yang bisa mempengaruhi hubungan emosional di kemudian hari," ujar profesor dan psikiater Allan Schore, PhD dari UCLA, seperti dikutip dari Everyday, Sabtu (22/12/2012).

Penelitian mendukung teori ini, studi terbaru menunjukkan ikatan antara ibu dan anak bisa mempengaruhi otak, jantung, tubuh dan bahkan kehidupan seks seseorang. Ini dia manfaatnya:

1. Bisa menjadi nutrisi bagi otak
Kasih sayang ibu tidak hanya baik untuk jantung dan jiwa, tapi juga nutrisi bagi otak. Peneliti di Washington University School of Medicine melakukan scan terhadap anak usia 7-10 tahun. Didapatkan anak yang mendapatkan asuhan dan dukungan dari ibu memiliki bagian otak hippocampus yang lebih besar dibanding anak yang kurang mendapat kasih sayang.

Baca selengkapnya 5 Manfaat Kasih Sayang Ibu Bagi Kesehatan Anak

Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak? - Rasa ingin tahu yang besar membuat balita gemar menyentuh berbagai hal, termasuk apa yang orang dewasa anggap kotor. Sebenarnya, sejauh apa anak boleh dibiarkan bermain kotor-kotoran?

Berbagai penelitian membuktikan, membiarkan balita terpapar kuman justru bisa melindungi mereka dari penyakit alergi dan asma di kemudian hari. Dasar pemikiran tersebut disebut juga dengan "hipotesa higienis".

Menurut hipotesa higienis, anak yang sejak kecil jarang terpapar bakteri, parasit, atau virus, saat dewasa mereka lebih rentan terkena alergi, asma, dan penyakit autoimun.

Fakta lain juga menyebutkan anak-anak yang memiliki saudara, besar di lingkungan pertanian, serta berada di tempat penitipan anak (day care) sejak dini, lebih jarang terkena alergi.

Baca selengkapnya Bermain Kotor-kotoran Baik Bagi Kesehatan Anak?

5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi - Kondisi gigi seseorang harus dirawat sejak dini bahkan sejak pertama kali tumbuh gigi. Jika gigi telah rusak sejak bayi, akan sulit untuk memperbaiki dan memulihkannya ketika dewasa. Oleh karena itu, jagalah kondisi kesehatan gigi bayi bayi Anda dengan langkah yang tepat.

Seperti dilansir mom.me, Kamis (30/8/12) berikut 5 hal yang perlu Anda perhatikan untuk menjaga kesehatan gigi bayi:

1. Melindungi gigi bayi dengan fluoride

Fluoride umumnya hadir dalam air minum yang dapat melindungi gigi dari kerusakan dan membantu menyembuhkan kerusakan dini. Tanyakan pada dokter gigi atau dokter anak apakah air yang Anda konsumsi mengandung fluoride. Dokter mungkin juga akan meresepkan tetes fluoride untuk bayi.

Baca selengkapnya -> 5 Tips Merawat Kesehatan Gigi Bayi

Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak
Omega 3 Pada Daging Ikan
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak - Masa kanak-kanak adalah saat belajar dan berkembang termasuk dalam kemampuan membacanya. Jika si kecil memiliki masalah dalam hal membaca, cobalah memberikan omega-3 yang ada dalam minyak ikan.

Studi menemukan anak-anak yang memiliki keterampilan membaca tidak terlalu baik akan mengalami peningkatan sebesar 20 persen dalam waktu 3 minggu sejak diberikan asam lemak omega-3 dari minyak ikan maupun beberapa jenis ganggang.

Para ilmuwan dari Oxford University memberikan 600 mg asam lemak omega 3 untuk anak usia 7-9 tahun setiap harinya selama 16 minggu, dan diketahui kemampuan membaca anak-anak ini meningkat.

Baca selengkapnya -> Manfaat Lemak Omega 3 Untuk Meningkatkan Kemampuan Otak Anak

Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita

Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita
Kenali Tanda Gangguan Pada Mata
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita - Gejala gangguan penglihatan pada seseorang dapat terjadi semenjak dirinya balita. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali tanda-tanda gangguan penglihatan pada mata balita Anda sebelum terlambat dan semakin parah.

Balita Anda tidak mungkin menjalani pemeriksaan kondisi mata dengan membaca grafik huruf, sehingga Anda perlu melakukan evaluasi mendasar pada kondisi mata anak Anda. Hal ini perlu Anda lakukan, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki masalah mata.

Seperti dilansir whattoexpect, Senin (30/7/2012), waspadai tanda-tanda gangguan penglihatan yang mungkin terjadi pada balita Anda, sebagai berikut:

1. Mata tidak serempak dalam bergerak
2. Sakit kepala, tanda-tandanya mungkin seperti balita Anda sering memegang kepala, mengerutkan dahi, dan tidak menyukai cahaya terang atau suara keras
3. Pusing atau kehilangan keseimbangan
4. Mual, hilangnya nafsu makan, muntah dan sakit perut
5. Menyipitkan mata atau memiringkan kepalanya ke satu sisi ketika ia menatap sesuatu
6. Sering menggosok mata, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas
7. Duduk terlalu dekat ke TV ketika menonton acara kesukaannya

Jika balita Anda memiliki salah satu dari gejala-gejala tersebut, mungkin balita mengalami beberapa masalah penglihatan berikut:

1. Kesalahan bias

Kesalahan bias terjadi jika anak Anda memiliki bentuk kornea yang tidak teratur dan mendistorsi apa yang dilihatnya. Kesalahan bias yang umum adalah rabun jauh, rabun dekat dan astigmatisma.

Rabun jauh adalah kondisi mata yang hanya dapat melihat benda-benda dalam jarak dekat dan tidak jelas ketika harus melihat benda yang jauh. Sebaliknya, rabun dekat hanya mampu melihat benda dengan jelas jika letaknya jauh dan kabur jika melihat benda dalam jarak dekat dengan mata.

Sedangkan astigmatisma merupakan ketidakmampuan kornea untuk fokus yang menyebabkan pandangan kabur. Cara membantu balita yang menderita kondisi ini adalah dengan menggunakan kacamata.

2. Strabismus atau mata silang

Strabismus adalah kondisi mata yang tidak sejajar atau dalam arah yang sama sehingga tidak dapat bergerak serempak. Ini biasanya disebabkan oleh otot-otot mata yang lemah di satu mata.

Semakin awal Anda mengetahui gejala strabismus, semakin kecil kemungkinan hal itu akan menyebabkan masalah mata lebih lanjut. Pengobatan biasanya beberapa anak memakai penutup mata pada mata yang lebih kuat selama beberapa jam sehari untuk melatih mata yang lemah untuk bekerja lebih baik.

Anda juga bisa meneteskan obat tetes mata ke mata balita Anda untuk mengaburkan mata yang kuat dan memaksa mata yang lemah untuk bekerja lebih keras. Dokter mungkin meresepkan kacamata khusus yang dirancang untuk membantu menyelaraskan mata dengan benar.

Dokter juga mungkin merekomendasikan latihan mata untuk memperkuat otot mata yang lemah. Jika perawatan ini tidak bekerja, salah satunya jalan adalah melakukan operasi.

3. Amblyopia atau mata malas

Amblyopia sering terjadi ketika seorang anak mengalami strabismus yang tidak diobati. Otak menyesuaikan dengan gambar yang ditangkap oleh mata strabismus, akibatnya otak tidak belajar untuk melihat dengan baik dengan mata lemah.

Pengobatan untuk amblyopia mirip dengan terapi strabismus. Pilihan meliputi tetes mata, penutup mata, kacamata khusus, atau operasi. - Tanda-tanda Dan Gejala Gangguan Pengelihatan Pada Balita.

Mengapa Anak Perempuan Lebih Cepat Gemuk Dari Pada Laki-laki

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengapa Anak Perempuan Lebih Cepat Gemuk Dari Pada Laki-laki
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengapa Anak Perempuan Lebih Cepat Gemuk Dari Pada Laki-laki - Saat anak-anak atau usia awal remaja umumnya perempuan lebih gampang gemuk ketimbang laki-laki. Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan anak perempuan lebih gemuk dari laki-laki.

Peneliti dari Newcastle University menganalisis 508 anak yang berusia 8-10 tahun dengan mencatat seberapa aktif anak-anak ini sejak ia bangun tidur. Diketahui anak perempuan melakukan aktivitas fisik seperti berlari, melompat atau main lebih sedikit ketimbang laki-laki.

Para peneliti percaya bahwa kondisi ini hampir terjadi di sebagian besar negara lain, yang mana anak-anak memiliki waktu beraktivitas fisik atau olahraga yang sedikit sehingga banyak yang obesitas.

"Mengingat pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan, kita tahu bahwa kita perlu membuat anak-anak lebih aktif," ujar ketua penelitian Dr Mark Pearce, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (22/6/2012).

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa banyak gadis remaja yang kehilangan minat dalam melakukan olahraga dibanding laki-laki. Meski begitu tidak diketahui bagaimana awal mulanya bisa seperti itu.

Dr Pearce menuturkan solusi yang mungkin dilakukan adalah terus mendorong anak-anak peempuan untuk bergerak misalnya menawarkan lebih banyak aktivitas seperti menari atau karate.

Kondisi lain yang menjadi pemicu anak perempuan lebih gemuk adalah kebanyakan orangtua terlalu memanjakan anak gadisnya ketimbang laki-laki, sehingga ia cenderung tidak melakukan aktivitas fisik sebanyak laki-laki.

Untuk itu pedoman yang sebaiknya diberikan adalah anak-anak berusia 5-18 tahun harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 1 jam setiap harinya bisa melalui olahraga, jalan cepat, menari atau bersepeda, serta kegiatan yang memperkuat tulang dan otot seperti lompat tali, senam atau sit up seminggu 3 kali. - Mengapa Anak Perempuan Lebih Cepat Gemuk Dari Pada Laki-laki.

Makanan Padat Pertama Untuk Bayi

Makanan Padat Pertama Untuk Bayi
Makanan Padat
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Makanan Padat Pertama Untuk Bayi - Orangtua sangat mengantisipasi pemberian makanan padat pertama kali ke bayinya yang biasanya dimulai dengan sereal beras putih. Tetapi apakah pemberian sereal beras putih tersebut aman untuk si kecil?

Selama 50 tahun dokter anak telah merekomendasikan makanan padat pertama bagi bayi yang tepat adalah sereal beras putih. Sereal beras putih bebas gluten dan bebas alergi, yang mudah dicerna oleh kebanyakan bayi.

Tapi Dr. Alan Greene, dokter anak di Stanford University telah mempelajari hal ini dan menyatakan bahwa sereal beras putih rentan terhadap obesitas. Bahkan sereal beras putih merupakan salah satu epidemi obesitas pada anak.

"Sereal beras putih memang bermanfaat terhadap pencernaan, tetapi sereal ini juga tinggi kalori dan terbuat dari tepung putih olahan. Hal ini sama saja seperti membuat bayi Anda seperti makan sesendok gula," kata Greene seperti dilansir dari abcnews, Rabu (6/6/2012)

Sebaliknya, Greene menyarankan bahwa sereal beras merah atau gandum padat yang dikombinasikan dengan bubur buah-buahan dan sayuran adalah pilihan yang sehat untuk bayi. Perbedaan kandungan glukosa pada beras putih dan beras merah sangat besar.

"Obesitas adalah tentang kelebihan kalori, bukan tentang makanan tertentu. Ide untuk memfokuskan perhatian terhadap sereal beras merah dibandingkan beras putih diperkaya bukan merupakan strategi yang tepat," kata Keith Ayoob, seorang profesor pediatri di Albert Einstein College of Medicine.

Perilaku orangtua juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kesehatan bayi. Orangtua yang memberi makan bayi untuk menenangkan bayi ketika rewel dan bukan ketika bayi lapar, lebih mungkin untuk berkontribusi terhadap kelebihan berat badan daripada memilih untuk memberi makan sereal beras putih atau beras merah.

American Academy of Pediatrics tidak membedakan antara sereal beras putih atau sereal beras merah, tapi malah merekomendasikan bahwa sereal yang baik untuk bayi Anda adalah yang diperkaya zat besi. - Makanan Padat Pertama Untuk Bayi.

5 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak

5 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak - Masa pertumbuhan adalah masa yang tepat untuk memaksimalkan kemampuan otak anak. Untuk mendukungnya, berikanlah nutrisi sehat yang bisa menjadi makanan otak.

Makanan otak dapat meningkatkan memori dan keterampilan, sehingga membuat anak lebih mahir dalam menghafal atau mengingat sesuatu.

Berikut nutrisi yang bisa jadi makanan otak untuk anak, seperti dilansir boldsky, Selasa (12/6/2012):

1. Produk susu
Susu dan produk susu lainnya merupakan sumber yang kaya protein, kalsium, kalium dan vitamin D. Semua nutrisi penting ini adalah sumber kunci untuk pengembangan sistem neuromuskuler, neurotransmiter, enzim dan jaringan otak. Anak-anak dan orang dalam kelompok usia remaja yang sedang dalam tahap tumbuh juga membutuhkan nutrisi ini.


Baca selengkapnya -> 5 Jenis Makanan Yang Baik Untuk Perkembangan Otak Anak

Kemampuan Bayi Baru Lahir Yang Mengejutkan

Kemampuan Bayi Baru Lahir Yang Mengejutkan
Bayi Baru Lahir
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kemampuan Bayi Baru Lahir Yang Mengejutkan - Jangan anggap remeh kemampuan seorang bayi. Jika dilihat secara kasat mata, bayi tampak tak berdaya dan harus selalu dilindungi. Tapi bayi sebenarnya memiliki kemampuan yang mengesankan. Beberapa kemampuan ini bahkan lebih hebat daripada yang dimiliki orang dewasa.

Seperti dilansir Live Science, Kamis (7/6/2012), berikut adalah 5 keterampilan mengejutkan yang dimiliki bayi baru lahir.

1. Naluri yang tajam
Bayi baru lahir dapat melakukan berbagai gerakan refleks otomatis yang diperlukan dalam perkembangannya. Salah satunya adalah 'refleks menyelam' atau dikenal juga sebagai respons bradycardic. Respons ini juga dimiliki anjing laut dan hewan air lainnya. Naluri ini diduga merupakan sisa-sisa evolusi nenek moyang manusia yang berevolusi dari laut.

Contohnya adalah seperti ini: Bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan yang kepalanya terendam air akan menahan nafas secara alami. Pada saat yang sama, jantung berdetak lebih lambat untuk menghemat oksigen dan sirkulasi darah lebih banyak menuju organ paling vital, yaitu jantung dan otak. Respons pada bayi yang terendam air ini lebih lama dibandingkan yang dimiliki orang dewasa.

2. Cepat belajar
Hampir setiap hal yang dialami bayi akan diingat secara permanen dengan cara membentuk sinaps atau sambungan antar sel otak. Pada saat bayi berusia 3 tahun, telah terbentuk sekitar 1.000 triliun sambungan di otaknya atau 2 kali lebih banyak dibandingkan yang dimiliki orang dewasa. Namun sejak usia 11 tahun, otak anak-anak kemudian mengurangi sambungan yang dianggap berlebihan.

3. Lebih dapat memahami mekanika kuantum
Mekanika kuantum atau hukum aneh yang mengatur pergerakan partikel dasar sangatlah membingungkan. Pengalaman mengenai realitas yang ditemui sehari-hari membuat manusia sulit memahami mekanika kuantum.

"Namun bayi yang baru lahir belum terbiasa dengan realitas apapun, dan dengan demikian merupakan satu-satunya makhluk hidup yang dapat secara intuitif memahami mekanika kuantum," kata Seth Lloyd, ahli komputasi kuantum di Massachusetts Institute of Technology.

Sampai usia 3 bulan atau lebih, bayi tidak memiliki pemahaman bahwa benda hanya bisa berada di satu tempat pada satu waktu. Sebelum usia itu, eksperimen dan permainan seperti 'Ciluk Ba' menunjukkan bahwa bayi berpikir objek yang tersembunyi bisa ada di mana saja. Hal ini merupakan petunjuk mengenai intuisi bayi dalam memahami mekanika kuantum.

4. Mengenali irama
Semua bayi dilahirkan memiliki sensasi untuk merasakan irama. Hal ini ditunjukkan oleh penelitian tahun 2009 di mana tim peneliti di Eropa memainkan drum secara berirama kepada bayi berusia 2 - 3 hari. Iramanya sesekali berdetak kencang, kemudian beberapa kali memainkan irama yang mengganggu dan pada suatu waktu berhenti.

Elektroda yang menempel pada kulit kepala bayi mengungkapkan bahwa otak bayi merespons irama ini. Hal ini mengindikasikan bahwa harapannya untuk mendengar irama terganggu dan bisa merasakan irama secara tajam.

Para peneliti berpendapat, mungkin detak jantung ibu mengajarkan irama kepada bayi sewaktu di dalam kandungan. Para ilmuwan kemudian beranggapan bahwa bayi dapat mempelajari makna perkataan orangtua serta mempelajari bahasa hanya dari iramanya saja.

5. Menjadi lucu
Bayi menjadi lucu bukan tanpa alasan. Semua bayi dilahirkan lucu untuk menggugah insting melindungi dari orang dewasa. Dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2011 lalu, tim psikolog dari Cina dan Kanada menemukan bahwa bayi dinilai lebih imut dan lucu dibanding anak-anak. Tingkat kelucuan ini akan turun saat bayi menginjak usia 4 tahun.

Pada bayi, penampilan yang lucu ini benar-benar masalah hidup dan mati. Penelitian lain menemukan bahwa bayi yang memiliki mata kecil, dahi datar dan wajah persegi cenderung tidak mendapat perhatian dari orangtuanya. - Kemampuan Bayi Baru Lahir Yang Mengejutkan.

Tips Agar Bayi Bisa Cepat Tidur

Tips Agar Bayi Bisa Cepat Tidur
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tips Agar Bayi Bisa Cepat Tidur - Sebagai seorang ibu, Anda harus memastikan bayi Anda memiliki waktu tidur yang cukup, tetapi beberapa bayi kadang kesulitan untuk tidur di malam hari. Hal ini mungkin karena lonjakan pertumbuhan atau respon terhadap periode perkembangannya.

Bayi kadang akan terbangun tengah malam dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat tidur lagi. Jika bayi Anda memiliki masalah tidur kronis atau berlangsung lama, periksakan anak Anda ke dokter.

Tetapi jika masalah tidur bayi berlangsung dalam periode yang lebih pendek, ada teknik sederhana yang dapat Anda coba di rumah.

Berikut 4 langkah yang dapat Anda lakukan agar bayi lebih cepat tertidur, seperti dikutip dari mom.me, Kamis (24/5/2012) antara lain:

1. Rutinitas relaksasi

Mandikan bayi Anda dengan air hangat dan gunakan lampu yang redup di kamar bayi untuk membantu menenangkannya. Persiapkan bayi Anda untuk tidur di kamarnya dengan tenang dan tanpa kebisingan.

Jika Anda melakukan tindakan ini sebagai bagian dari ritual malam hari yang konsisten, bayi akan menanggapinya sebagai sinyal bahwa waktu tidur sudah dekat.

2. Berikan stimulasi sentuhan

Anda dapat berbaring di samping bayi untuk membantunya merasa aman. Bayi suka mendengar detak jantung ibunya. Usap-usaplah pantat bayi secara perlahan untuk membantunya cepat tertidur. Stimulasi berupa gerakan atau suara detak jantung ibu dapat membuat bayi merasa nyaman dan akan tidur lebih cepat.

3. Mendisiplinkan jam tidur bayi

Aturlah jadwal tidur bayi dengan membangunkannya di waktu yang teratur setiap hari. Hal ini perlu Anda lakukan ketika bayi telah cukup besar agar bayi dapat beradaptasi dengan rutinitas sehari-hari orang tuanya.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengajarkan pada anak Anda untuk disiplin bangun pagi sejak bayi. Tetapi pastikan juga jam tidurnya telah mencukupi dengan membuatnya tidur lebih awal di malam hari.

4. Berikan kenyamanan pada bayi

Bayi perlu merasakan rasa aman dan diperhatikan. Jangan membiarkan bayi Anda menangis sampai tertidur. Semakin Anda menanggapi kebutuhannya, bayi akan merasa lebih aman dan lebih cepat tidur. - Tips Agar Bayi Bisa Cepat Tidur.

Manfaat Kismis Dalam Mencegah Obesitas Pada Anak

Manfaat Kismis Dalam Mencegah Obesitas Pada Anak
Kismis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat Kismis Dalam Mencegah Obesitas Pada Anak - Makan kismis sebagai camilan bagi anak memang baik untuk mencegah obesitas karena kismis akan mengurangi asupan kalori. Tetapi jika anak Anda terlalu kurus, jangan memberikan kismis sebagai camilannya sepulang sekolah.

Menurut sebuah penelitian, kismis akan membatasi kalori dan meningkatkan rasa kenyang pada anak dibandingkan dengan makanan ringan lainnya. Penelitian dilakukan oleh University of Toronto terhadap sekelompok anak laki-laki dan perempuan berusia 8-11 tahun dengan berat badan normal selama jangka waktu tiga bulan.

Peserta diminta secara acak untuk makan kismis atau makanan ringan lainnya, termasuk anggur, keripik kentang dan kue coklat, sampai merasa kenyang. Selain itu, setiap anak menerima sarapan standar yang sama, snack pagi dan makan siang pada hari-hari penelitian.

Nafsu makan subyektif diukur 15 menit sebelum dan setelah konsumsi makanan ringan. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa anggur, keripik kentang dan kue coklat masing-masing menghasilkan 56 persen, 70 persen dan 108 persen asupan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan kismis.

Asupan kalori kumulatif sarapan, snack pagi, makan siang dan snack setelah sekolah adalah 10 persen hingga 19 persen lebih rendah jika mengonsumsi kismis dibandingkan dengan makanan ringan lainnya. Meskipun semua makanan ringan membuat nafsu makan subyektif seseorang berkurang, tetapi nafsu makan terendah adalah ketika anak telah mengonsumsi kismis.

"Ini adalah studi terkontrol pertama yang mengkaji camilan dan rasa kenyang di antara anak-anak. Konsumsi kismis sebagai camilan mencegah asupan kalori yang berlebihan, meningkatkan perasaan kenyang, dan dengan demikian dapat membantu memberikan kontribusi untuk pemeliharaan berat badan yang sehat di usia sekolah anak-anak," kata Harvey G. Anderson, pemimpin penelitian dan profesor di Nutritional Sciences and Physiology, University of Toronto seperti dilansir dari health.india. - Manfaat Kismis Dalam Mencegah Obesitas Pada Anak.

Yang Dibutuhkan Untuk Pertumbuhan Anak Selain Nutrisi

Yang Dibutuhkan Untuk Pertumbuhan Anak Selain Nutrisi
Kasih Sayang Orangtua
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Yang Dibutuhkan Anak Selain Nutrisi - Masa pertumbuhan yang dimulai sejak anak-anak hingga remaja adalah masa yang sangat penting dalam membentuk karatker anak yang berkualitas. Menurut pakar tumbuh kembang, ada 3 kebutuhan pokok yang harus dipenuhi agar anak bisa tumbuh optimal pada masa-masa paling menentukan ini.

Kebutuhan pokok yang pertama adalah pertumbuhan fisik yang baik, antara lain dengan pemberian nutrisi seimbang. Dimulai dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif selama 6 bulan pertama sejak anak dilahirkan, lalu dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai dengan periode tumbuh kembang.

Setelah kebutuhan pokok yang pertama yakni pertumbuhan fisik terpenuhi, kebutuhan pokok berikutnya adalah kasih sayang. Sejak dalam kandungan hingga usia 2-3 tahun, kasih sayang orangtua akan sangat mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak.

"Nutrisi itu kalau di komputer hanya membentuk hardware saja, isinya atau softwarenya harus dibentuk dengan kasih sayang," kata Dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi, pakar tumbuh kembang anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam media gathering jelang Konferensi Keluarga Cerdas Frisian Flag di Kemayoran, Jumat (1/6/2012).

Terakhir, kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam masa pertumbuhan anak adalah stimulasi. Kreativitas dan kecerdasan yang bagus hanya bisa diperoleh anak-anak dengan adanya stimulasi dari orang-orang di lingkungan sekitar, sehingga orangtua berkeajiban membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Khusus untuk kebutuhan anak akan stimulasi, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Ir Musliar Kasim, MS mengingatkan agar anak tidak terlalu dipaksa untuk belajar. Saat ini, sekolah-sekolah dasar, bahkan sekolah favorit sekalipun sudah dilarang keras untuk mensyaratkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi calon peserta didiknya.

"Kalau ternyata anaknya sudah bisa baca tulis dan berhitung sebelum masuk sekolah, ya tidak masalah. Tapi jangan diwajibkan dengan menetapkan kemampuan-kemampuan tersebut sebagai syarat untuk bisa masuk sekolah, itu tidak boleh. Stimulasi juga tidak perlu dipaksakan," kata Musliar. - Yang Dibutuhkan Anak Selain Nutrisi.

Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak

Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak - Selama masa pertumbuhan, anak akan cenderung mengalami beberapa gangguan yang dapat menghambat perkembangannya. Orang tua harus lebih peka terhadap gangguan yang dialami anaknya agar anak memiliki perilaku dan mental yang baik ketika dewasa.

Berikut 5 jenis gangguan perkembangan anak, seperti dilansir dari onlymyhealth, Selasa (29/5/2012) antara lain:

1. Gangguan Kebiasaan

Gangguan kebiasaan mungkin suatu usaha yang dilakukan anak untuk mengalahkan stres. Beberapa gangguan kebiasaan yang paling sering terjadi diantaranya mengisap ibu jari, menggigit kuku, membenturkan kepala, menggigit atau memukul dirinya sendiri, menggoyangkan tubuh dan lain sebagainya.

Semua anak yang mengalami gangguan kebiasaan akan menunjukkan perilaku repetitif, tetapi tergantung juga pada frekuensi dari kebiasaan itu. Sebagai contoh, anak kadang mengisap jempol yang merupakan fenomena pertumbuhan yang biasa, tapi jika terus berlanjut hingga usia tertentu, mungkin menjadi tanda peringatan terhadap gangguan kebiasaan.

2. Gangguan Psikologis

Gangguan psikologis pada anak meliputi perubahan emosi, fungsi fisik, perilaku dan kinerja mental. Permasalahan gangguan psikologis tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya pengasuhan, masalah keluarga, kurangnya perhatian, penyakit kronis atau cedera, dan rasa kehilangan atau perpisahan.

Anak biasanya tidak langsung bereaksi ketika masalah terjadi, tetapi akan menunjukkan reaksi kemudian hari. Bimbingan yang tepat dapat membantu anak dapat mempersiapkan diri jika dihadapkan pada masalah yang sifatnya traumatis pada anak. Orang tua harus dapat memotivasi anak agar lebih ekspresif menghadapi ketakutan dan kecemasannya.

3. Gangguan Perilaku

Perilaku tertentu adalah normal terjadi pada anak-anak pada usia dini, tetapi jika masih tetap berlanjut hingga kemudian hari mungkin mengundang intervensi. Gangguan perilaku pada anak dapat ditunjukkan seperti suka melampiaskan amarah karena frustrasi atau kesal terhadap suatu hal.

Orangtua bisa mengontrol perilaku anak dengan menjauhkan anak dari hal-hal yang membuat anak bertindak demikian. Sementara perilaku anak yang mencuri atau berbohong mungkin umum pada tahap awal perkembangannya, pastikan kebiasaan tersebut tidak berlanjut.

4. Gangguan Tidur

Masalah tidur termasuk jam tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit pada anak. Gangguan saat tidur pada tahap petumbuhan mungkin memiliki efek yang merugikan pada kemampuan kognitif anak. Orang tua harus mendorong anak untuk tidur pada waktu yang teratur setiap harinya.

5. Gangguan Kecemasan

Kecemasan dan ketakutan normal terjadi pada anak dalam masa perkembangan, tetapi jika terus berlanjut dalam waktu yang lama, mungkin akan melumpuhkan kondisi sosial anak. Gangguan kecemasan dapat dikelola dengan cara mengobati kondisi kejiwaan anak seperti terapi keluarga. - Beberapa Jenis Gangguan Yang Sering Terjadi Pada Anak.

Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak

Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak
Peran Orangtua
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak - Hati-hati bagi para orangtua karena apapun yang Anda lakukan dan makan akan dilihat dan ditiru oleh anak-anak Anda. Begitu juga dengan ibu-ibu yang suka makan junk food atau makanan tak sehat lainnya. Jangan salahkan anak jika nantinya ia meniru kebiasaan Anda itu.

Menurut sebuah studi, orangtua yang makan dengan pola yang sehat di rumah bisa menjadi contoh terbaik bagi pembentukan pola makan anak karena apapun yang dilakukan dan dimakan orangtua pasti diadopsi oleh anak-anaknya.

Secara khusus, ilmuwan dari Michigan State University ini mempelajari kebiasaan makan pada keluarga berpendapatan rendah. Dari situ peneliti menemukan bahwa ibu-ibu yang ingin pola makan anaknya sehat sebaiknya mengadopsi kebiasaan makan sehat untuk dirinya sendiri dulu baru mendorong anak-anaknya untuk melakukan hal yang sama.

Justru orangtua yang menggunakan paksaan, hadiah atau hukuman dalam rangka mendorong anak-anaknya makan sayur malah lebih sering gagal.

"Ibu-ibu seharusnya berhenti memaksa atau membatasi makanan anaknya," ujar ketua tim peneliti dan pakar nutrisi Profesor Sharon Hoerr seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (1/6/2012).

"Lebih baik para ibu menyediakan lingkungan makan yang sehat, mengadopsi kebiasaan makan seimbang untuk dirinya sendiri lalu diam-diam mengendalikan kualitas diet anak-anaknya dengan tidak membawa makanan tak sehat ke dalam rumah."

Terang-terangan membatasi makanan tertentu pada anak ketika orang lain sedang makan justru dapat menyebabkan kebiasaan makan yang tidak sehat, tambahnya.

Tips ini termasuk menjaga keteraturan makan dan nyemil anak, menawarkan makanan sehat dengan porsi yang lebih kecil serta memperbolehkan anak-anak untuk memutuskan sendiri seberapa banyak makanannya.

Anak-anak yang lebih suka bermain-main dengan makanannya atau mengkonsumsi junk food pun hanya boleh dibujuk secara lembut dan bukannya diteriaki.

"Untuk menghadapi anak yang suka pilih-pilih makanan, cara yang terbaik adalah membujuk dan mendorong mereka untuk makan daripada berteriak-teriak padanya," saran Hoerr dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini.

"Cara lain untuk membuat mereka tertarik untuk memiliki pola makan seimbang adalah membawa mereka ke toko kelontong atau taman, membantu mereka memilih makanan baru untuk dicoba serta memperbolehkan mereka membantu Anda memasak di rumah." - Peran Orangtua Terhadap Pola Makan Sehat Anak.

Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui

Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui
Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui - Saat paling menentukan dalam menyusui adalah 2 minggu pertama setelah melahirkan. Karena, pada masa tersebut mampu menentukan seberapa tingkat produksi air susu ibu (ASI) ketika menyusui.

2 minggu pertama setelah melahirkan merupakan saat yang tepat untuk melihat hasil dari ASI. Jika dalam kurun 2 minggu si bayi menyusui dengan kuat maka kedepan produksi ASI bisa dipatikan lebih banyak.

Mekanisme proses terbentuknya ASI di dalam payudara ibu menyerupai pabrik, semakin banyak permintaan makan akan semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi. Jika permintaan sedikit maka akan berdampak pada menurunnya jumlah produksi ASI.

Untuk itu perawatan menyeluruh setelah melahirkan sangatlah diperlukan untuk merangsang produksi air susu ibi (ASI) agar lebih maksimal.

Namun, kenyataanya masih banyak ibu-ibu yang salah mempersepsikan bahwa menyusui bayi hanyalah nutrisi penunjang untuk bayi. Padahal manfaat ASI sangatlah banyak bahkan berdampat sepanang usia si kecil. ASI merupakan nutrisi utama bagi bayi dan merupakan bagian natural dari kehidupan.

Itulah mengapa kita harus meningkatkan kesadaran agar para ibu menyusui bayinya.

Untuk diketahui bahwa seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi terdapat pada ASI khususnya untuk 6 bulan pertama dan tetap dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan selama 1 tahun.

ASI mengandung kolosterum yang juga berfungsi sebagai antibody untuk melawan antigen penyebab infeksi. Jika pmbrian ASI tidak maksimal itu bisa saja meningkatkan resiko si kecil mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau bayi mati mendadak. Sedangkan pemberian makanan tambahan terlalu dini bisa beresiko menyebabkan diabetes di masa dewasa serta resiko terserang penyakit jantung.
- Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui.

Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat

Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat
Diabetes
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat - Kencing manis atau diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang bersifat kronik dan terus meningkat jumlahlahnya di seluruh dunia, begitu juga di Indonesia. Sekarang diabetes tidak hanya menyerang usia dewasa tetapi juga usia anak-anak.

Sebuah penelitian unit kerja koordinasi endokrinologi anak di seluruh wilayah Indonesia pada awal Maret 2012 menunjukkan jumlah penderita diabetes usia anak-anak juga usia remaja dibawah 20 tahun terdata sebanyak 731 anak.

Sedangkan PDN (Pusat Diabetes dan Nutrisi) rumah sakit umum Dr. Soetomo Surabaya pernah mengklain pada tahun 2009 ada sebanyak 650.000 anak-aak Indonesia menderita diabetes mellitus dan sebagian besar diabetes tipe II. Jumlah ini didapat dari hasil perhitungan 5% dari total 13 juta penderita diabetes mellitus dari seluruh kelompok umur tahun 2009.

Sementara Ilmu Kesehatan Anak FFKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) melansir, jumlah anak yang terkena diabetes cenderung naik dalam beberapa tahun terakhir ini. Tahun 2011 tervatat 65 anak menderita diabetes, naik 400% dibandingkan tahun 2009. 32 anak diantaranya terkena diabetes tipe II.

Banyak orang mengira bahwa penyakit diabetes mellitus pada anak selalu tipe I, namun sekarang kenyataannya tipe II banyak diderita oleh anak-anak karena gaeya hidup.

Individu yang tidak menerapkan gaya hidup sehat beresiko menderita diabetes mellitus. Untuk itu hidup sehat harus selalu diterapkan dengan mengkonsumsi makanan sehat juga rutin berolahraga supaya gula darah tetap tabil berada dalam batas normal sehingga menghindarkan kita dari penyakit diabetes mellitus.

Kajian lain menyatakan bahwa, menangani anak penderita diabetes tipe II cenderung lebih sulit jika dibandingkan dengan orang dewasa. Sebagian besar diabetes di usia anak-anak terjadi karena obesitas. Jika para orangtua tidak segera menanggapi bahaya ini sejak dini maka akan mengakibatkan proses pengobatan yang kurang efektif.

Mengapa kurang efektif? Ini terjadi karena memberikan obat diabetes pada anak cenderung lebih sulit dibandingkan dengan orang dewas, ditambah lagi pemberian yang dilakukan secara menerus dengan jangka waktu yang panjang.

Dibutuhkan pendekatan psikologis dalam menangani masalah diabetes baik pada anak maupun orang dewasa.

Umumnya diabetes tipe II dialami oleh anak-anak karena mengalami defisit atau kekurangan hormon insulin yang disebabkan oleh kerusakan kelenjar pankreas. Rusaknya kelenjar pankreas biasanya terjadi karena autoimun. Kerusakan akan menimbulkan gejala bila sel yang rusak mencapai 90% atau lebih - Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat.

Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak

Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak
Peran Orangtua
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak - Kedekatan emosional antara orangtua dengan anak telah terbukti berdampak terhadap terjadinya kegemukan atau obesitas pada anak. Para peneliti menyatakan, seorang anak yang kerap tidak akur dan sering berselihih dengan orangtuanya memiliki resiko mengalami obesitas 2x lebih besar.

Studi terbaru yang dimuat pada of Paediatric menyatakan, seorang anak yang memiliki hubungan kurang baik dengan orangtua khususnya ibu memiliki resiko mengalami kegemukan atau obesita sebesar 26,1% ketika berumur 15 tahun. Sedangkan anak yang memiliki hubungan baik dengan si ibu hanya beresiko sebesar 13%.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof Sarah Anderson ini menyatakan, hubungan secara emosional anak dengan ibunya secara tidak langsung bisa mempengaruhi pola makan pada anak. Orangtua yang renggang dengan anaknya rentan sekali kesulitan mengajari si anak bagaimana cara mengahadapi stres, akhirnya pola dan jadwal makan terganggu.

�Sebenarnya obesitas di usia anak-anak dapat dicegah dengan membina hubungan emosional antara anak dengan orangtua, daripada membuat aturan pola makan pada anak,� ungkap Prof Sarah Anderson.

Menurutnya, kemampuan seorang mengatasi stres bukan hanya berpengaruh pada pola dan jadwal makannya tetapi berpengaruh juga pada pola tidur. Anak yang rentan mengalami stres cenderung sulit memulai tidur, sehingga metabolismenya terganggu dan mengakibatkan obesitas.

Hubungan antara ibu dan anak yang kurang baik dianggap juga memiliki kedekatan emosional yang buruk. Hasil dari studi ini menunjukkan, faktor kedekatan emosi bukan hanya berpengaruh pada psikologis tetapi berpengaruh juga pada fisik si anak.

Kegemukan atau obesitas pada anak bisa berhubungan erat dengan resiko beberapa penyakit seperti diabetes mellitus juga penyakit jantung. Semua resiko ini sebenarnya bisa dihindari dengan mengatur pola makan, mengatasi stres dan olahraga secara rutin - Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak.

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu
Berat Badan Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Beberapa orang perempuan melahirkan bayi dengan bobot lahir yang tinggi. Bobot bayi ini bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, dan juga karena gen. Para ilmuwan menemukan bahwa bobot lahir bayi dipengaruhi variasi gen dari ibu dan nenek, namun pengaruh gen dari Ayah sangat minim.

Para peneliti sebelumnya telah mempelajari bahwa gen bertindak sebagai penekan pertumbuhan yang dapat mengurangi bobot lahir. Tapi sebuah penelitian di Inggris menemukan gen tertentu yang diturunkan dari ibu dapat membuat bobot bayi lahir bertambah 93 gram. Pertambahan bobot ini bisa mencapai 155 gram jika diturunkan oleh nenek dari pihak ibu.

Dalam artikel yang dipublikasikan di American Journal of Human Genetics, profesor Gudrun Moore dari University College London dan rekannya meneliti gen yang disebut PHLDA2 terhadap 9.500 sampel DNA dari ibu dan bayinya. Sampel ini dikumpulkan dari 3 penelitian yang terpisah. Peneliti menemukan varian gen yang disebut RS1 dapat mengubah fungsi gen sehingga menyebabkan bobot lahir bayi lebih tinggi.

"Gen memang memiliki pengaruh yang besar pada bobot lahir dengan bertindak sebagai penekan pertumbuhan. Kami menemukan varian genetik PHLDA2 yang diturunkan dari ibu dapat menyebabkan bayi terlahir 93 gram lebih berat di atas rata-rata. Bahkan bobotnya bisa mencapai 155 gram lebih besar di atas rata-rata jika diwariskan oleh nenek dari pihak ibu," kata Prof Moore seperti dilansir BBC News, Jumat (23/3/2012).

Variasi gen RS1 ini ditemukan pada sekitar 13% individu yang diteliti. Sedangkan variasi gen S2 sebanyak 87%. Variasi gen RS2 lebih umum ditemui dan variasi ini hanya ditemukan pada manusia. Adanya variasi gen RS1 dan RS2 ini membuat bayi terlahir lebih kecil.

Peneliti menduga, mekanisme ini merupakan efek perlindungan untuk meningkatkan kelangsungan hidup ibu saat melahirkan bayi. Artinya, berat lahir yang tidak terlalu berat akan memastikan ibu selamat saat melahirkan.

"Meskipun penelitian ini hanya melihat bobot lahir bayi, ada kemungkinan bahwa varian genetik ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kondisi kesehatan. Pengaruh kesehatan tersebut sebagian disebabkan pengaruh bobot lahir dan sebagian lagi disebabkan faktor genetik," kata Dr Caroline Relton dari Newcastle University.

Bayi baru lahir umumnya memiliki bobot rata-rata 3500 gram dengan panjang badan 48 - 51 cm dan lingkar kepala rata-rata 35 cm. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh gen dari Ayah terhadap bobot lahir bayi hampir tidak ada sama sekali.

"Gen dari Ayah kurang terlibat dalam evolusi. Mungkin karena kelangsungan hidup sang Ayah sendiri tidak dipertaruhkan dan dapat terus bereproduksi dengan perempuan lain," kata Profesor Moore. - Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu.
 

AbheLink Black or White ? Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger