Showing posts with label Mesum. Show all posts
Showing posts with label Mesum. Show all posts

Sekelompok Massa Kota Lhokseumawe Grebek "Polisi Mesum"

BERITA TERKINI, Massa mengobrak-abrik Wisma Hidayah yang terletak di samping jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (12/2/2014) malam, karena diduga ada pelaku yang berkhalwat (berbuat mesum) di dalamnya.

Massa juga menghajar delapan tamu wisma. Efek dari penganiayaan oleh massa, dua pria yang satu di antaranya oknum Polres Lhokseumawe, harus diopname di sebuah rumah sakit di "kota gas" itu.

Terhadap insiden ini, polisi harus menangani tiga perkara berbeda, yakni dugaan khalwat, penganiayaan, dan perusakan wisma.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi (Tribunnews.com Network), Rabu sekitar pukul 21.00 WIB, massa mendatangi wisma yang terdiri atas dua lantai itu. Sebagian mereka langsung naik ke lantai dua sambil merusak kursi, meja, dan lemari milik wisma. Sementara dari luar, sebagian massa melempari kaca jendela pada lantai dua wisma itu dengan batu.

Saat massa memulai penggerebekan, di sebuah kamar ditemukan tiga pria dan dua wanita. Di antara tiga pria itu, satu orang oknum polisi Polres Lhokseumawe. Namun, saat pintu terbuka, seorang pria berhasil melarikan diri, sehingga yang berhasil ditangkap dan dihajar massa hanya dua pria dan dua wanita. Mereka pun langsung digiring ke bawah dan terus dipukuli para penggerebek.

Kemudian, massa menggerebek sebuah kamar lagi. Di dalamnya terdapat empat wanita. Mereka pun menjadi sasaran amuk massa.

Saat sampai di bawah wisma, dua pria, satu di antaranya oknum polisi dan dua wanita yang ditemukan dari kamar pertama, digiring ke meunasah desa setempat. Sedangkan empat wanita dari kamar terpisah, langsung diamankan polisi yang telah tiba di lokasi kejadian.

Setelah proses panjang di meunasah, sekitar pukul 24.00 WIB, dua pria dan dua wanita yang dituduh warga berkhalwat itu pun berhasil dibawa ke Polres Lhokseumawe menggunakan angkutan personel ringan (AVP), mirip mobil tank. Pagi harinya, kedua pria itu dievakuasi ke rumah sakit akibat luka di sekujur tubuhnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surachmanto, melalui Kasat Reskrim AKP Dian Indra Prabudi, mengakui adanya kejadian itu. Untuk menindaklanjuti kasus ini, dua pria dan dua wanita di kamar pertama akan diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan khalwat berdasarkan Qanun Nomor 14 Tahun 2003 dan juga sebagai saksi atas kasus penganiayaan yang menimpa mereka, sekaligus saksi dalam kasus perusakan wisma.

"Khusus untuk hukuman disiplin bagi satu oknum polisi itu, nantinya akan kita serahkan ke Provost," kata AKP Dian Indra.

Disamping itu, Kasat Reskrim juga mengakui, pemilik wisma telah melaporkan secara resmi perusakan fasilitas wisma tersebut, termasuk kaca-kaca jendela yang hancur berantakan.

"Untuk kasus perusakan dan penganiayaan, kini masih terus dalam penyelidikan. Kita pun sudah memintai keterangan dari para saksi korban," jelasnya. (src:tribunnews.com)

Kampus Singkawang Dihebohkan Video Mesum Mahasiswa

BERITA TERKINI, KK (30), warga Kelurahan Sekip Lama, Singkawang Tengah, diamankan oleh Jajaran Reskrim Polres Singkawang, Kamis (6/2/2014) sore. Dia ditetapkan sebagai tersangka penyebar foto porno sekaligus merekam video hubungan intim dengan pacarnya, WI.

Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Bermawis, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (7/2/2014), mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan mengenai adanya foto porno tersebut dari orangtua korban. Tersebarnya foto itu diketahui setelah orangtua dipanggil pihak kampus.

"Setelah anaknya, orangtua korban juga dipanggil direktur sekolah tinggi itu. Jadi diberi pilihan apakah mengundurkan diri sebagai mahasiswa atau dikeluarkan. Setelah memenuhi panggilan direktur, orangtua korban melapor ke kita," kata Bermawis.

WI merupakan mahasiswi semester akhir pada perguruan tinggi di Singkawang. Akibat kejadian itu, dia tak bisa melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.

Kasat menerangkan, setelah diselidiki, ternyata pelaku mengarah pada tersangka yang notabene pacar korban. Pihaknyapun langsung melakukan penjemputan.

Atas apa yang diperbuatnya, tersangka KK dikenakan pasal 29 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi. Kemudian dilapis dengan pasal 27 ayat 1, UU No 11 2008 tentang ITE karena menyebar video porno. "Ancaman hukuman maksimal 12 tahun karena sudah membuat video porno dan ancaman maksimal enam tahun serta denda Rp 1 miliar karena sudah menyebarkan," ujar Kasat. (src:tribunnews.com)

Video Mahasiswi Mesum Kini Gegerkan Sumenep

BERITA TERKINI, Warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali dihebohkan dengan beredarnya video mesum.
Kali ini, beredar video mesum yang diduga diperankan oleh salah satu mahasiswi akademi kesehatan.

Sebelumnya, Sumenep sempat dihebohkan dengan beredarnya video mesum "Wawan Bergoyang" yang diduga diperankan petugas puskesmas.
Dalam video mesum yang berdurasi 3 menit 45 detik tersebut, tergambar si pemeran wanita masih lengkap mengenakan baju seragam milik sekolah kesehatan di Sumenep. 

Meski baju yang dikenakan pemeran wanita sudah jelas milik perguruan tinggi tertentu di Sumenep, masyarakat masih enggan untuk untuk tunjuk hidung terhadap lembaga yang menampung mahasiswi tersebut.
"Bener mas!, baju yang dikenakan pemeran wanitanya, persis dengan seragam milik sekolah kesehatan yang ada di Sumenep," Kata salah satu mahasiswa perguruan tinggi Sumenep, yang tak mau namanya dikorankan, Minggu (15/12/2013).

Adegan yang dimainkan pemeran video mesum, tidak hanya menampilkan pertunjukan hubungan  intim suami istri, melainkan sudah lebih dari hanya sebatas hubungan suami istri. 

Pemeran perempuan, sudah tidak lagi canggung berakting di depan kamera ponsel yang dipegang pemeran laki-lakinya.

"Saat beradegan mesum, si perempuan tak canggung memainkan berbagai adegan dan gaya berhubungan intim ala film-film porno barat mas," sambungnya.

Sementara, tempat yang dijadikan lokasi pengambilan gambar adegan mesum itu, diduga diambil dalam sebuah kamar milik rumah tangga. 

Karena dalam kamar tesebut, terlihat jelas ada ranjang yang terbuat dari kayu bercat coklat, di samping ranjang ada rak buku, serta lemari baju.

Kapolres Sumenep Ajun Komisaris Besar Marjoko, saat dimintai konfirmasi terkait maraknya peredaran video mesum di Sumenep, berjanji akan melakukan penyelidikan terhadap pengedar video tersebut. 

Pihaknya juga sudah menerjunkan beberapa anggotanya untuk membekuk pengedar video mesum, yang sempat menggemparkan warga Sumenep.

"Kami sudah menerjunkan beberapa anggota, untuk menyelidiki terhadap pelaku penyebaran video mesum itu. Khusus pemeran perempuannya sudah saya kantongi identitasnya," tukas Joko.

Sumber: tribunnews.com

Ketua Takmir Mesjid Mesum Di Mesjid

BERITA TERKINI, Dituding mencabuli pasiennya di dalam masjid, Haji Syafiuddin (55), ketua takmir Masjid Hairul Jannah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, dilaporkan ke polisi oleh seorang janda beranak satu Kiswariyatun (45), warga desa setempat, Jumat (6/12/2013). Pelapor adalah korban dan sekaligus pasien ketua takmir tersebut.

Dalam laporannya, korban Kiswariyatun, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual pentol itu, pada Senin pagi lalu (2/12/2013), bertemu pelaku dengan bermaksud meminta jimat penglaris dagangannya. Karena pelaku dikabarkan juga berprofesi sebagai dukun khusus penglaris dagangan.

Dari pertemuan pagi itu, disepakati bahwa si ketua takmir  menyanggupi permintaan pembuatan jimat penglaris dengan syarat korban harus mengembilnya pukul 22.00 WIB. Karenanya, tepat pukul 22.00 WIB, korban pun mendatangi tempat tinggal pelaku di area masjid tersebut.

Sesampainya di masjid korban diminta masuk ke ruang pribadinya, yang terletak di samping masjid. Korban masih  di suruh menunggu prosesi pembuatan jimat penglaris, yang akan dibuat oleh pelaku pada pukul 00.00 WIB. Karena keinginan korban sangat kuat untuk memperlaris dagangan pentolnya, korban setia menanti pembuatan jimat penglaris hingga pukul 00.00 WIB.

Pada saat menunggu di ruang pribadinya itulah, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meraba-raba tubuh sintal korban yang sudah lama ditinggal mati suaminya. Korban berusaha meronta menolak keinginan bejat pelaku, namun akhirnya tak berdaya dan seolah-olah dihipnotis oleh pelaku.

�� Disamping seperti orang dihipnotis, mulut saya juga dibekap oleh pelaku. Bahkan mengancam akan membunuh saya kalau berteriak dan berontak menolak keinginannya,�� papar Kuswariyatun, di hadapan polisi, yang didampingi adik korban, Firman Azhari.

Setelah hampir dua jam bergelut layaknya hubungan badan suami istri itu, dan tepat pukul 00.00 WIB, korban baru bisa dipesilahkan pulang. �� Namun baru saja mbak saya bisa keluar ruangan ketua takmir, tiba-tiba ada puluhan warga yang datang dan mengepung sekitar masjid,�� timpal Firman Azhari, adik korban.

Warga yang mengetahui kalau yang keluar dari ruang pribadi ketua takmir seorang perempuan, langsung merangsek dan menangkap keduanya. Kemudian kedua insan berlainan jenis dibawa ke rumah perangkat desa setempat untuk diminta keterangan terkait kedatangan korban ke ruangan takmir tersebut.

�� Dari sana diketahui, kalau kakak saya menjadi korban rayuan dan tipuan pelaku, dengan pura-pura akan membuatkan zimat penglaris, tapi ternyata dicabuli,�� tambah Firman Azhari.

Semula keluarga korban meminta pelaku bertanggungjawab atas perbuatannya dan diselesaikan secara kekeluargaan. Namun ternyata tidak ada titik temu, bahkan kepala desa setempat pun tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut, akhirnya dilaporkan ke Polres Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko melalui Humas Polres Sumenep, AKP Bagyo Supriatmanto, mengatakan, jika pihaknya sudah menerima laporan dugaan pencabulan atau pemerkosaan yang dilakukan ketua takmir masjid.  " Sekarang baru korban yang kami periksa, untuk pemanggilan tersangka akan kami lakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi,�� tandas Bagyo.

Sumber: tribunnews.com

"Video Mesum" Remaja SMP Hebohkan Kota Garut

BERITA TERKINI, - Kota Garut, Jawa Barat, kembali dihebohkan dengan peredaran video mesum. Kali ini video mesum yang beredar melalui ponsel itu menampilkan adegan intim sepasang remaja dengan salah seorang pemeran diduga berstatus siswi SMP.

Saat dikonfirmasi, Minggu (1/12/2013), Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon mengatakan video mesum pasangan remaja itu masih dalam penyelidikan. "Kita lagi selidiki. Indikasinya pelajar SMP di Malangbong," kata Ridwan.

Pada video itu berdurasi 2 menit 14 detik, tampak pemeran perempuan memakai jam tangan warna pink. Sementara itu pemeran prianya memiliki tato pada perut dan tangan. Pada salah satu bagian, tampak perempuan itu menerima panggilan telepon dan berbicara bahasa Sunda.

Beberapa waktu lalu, Garut juga dihebohkan dengan video mesum yang diduga diperankan seorang pejabat BUMN dan mahasiswa. Hingga kini kasus itu belum terungkap. Hal ini dipertanyakan warga Garut.

Seorang warga, Opik (33), mengaku miris dan prihatin dengan menyebarnya video asusila di Garut. "Kasus mesum BUMN saja belum tertangkap pemerannya, sekarang ditambah kasus mesum SMP. Garut kembali tercoreng," kata Opik, Minggu siang.

Sumber: tribunnews.com
 

AbheLink Black or White ? Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger